TANGERANG – Ramadan nanti berpotensi timbul beberapa kejahatan konvensional. Ini seperti aksi sweeping, tawuran, balapan liar, beredarnya uang palsu, sampai peredaran makanan kadaluwarsa.
Kapolsek Metro Tangerang, Kombespol Irman Sugema, mengatakan dengan potensi ancaman tersebut, Polri dan segenap institusi harus dapat menanggulangi dan mencegah terjadinya hal-hal tersebut. ”Kami minta masyarakat pun waspada!” tegas Irman, Minggu (29/5), seperti dilansir Harian Radar Banten.
Diakui Irman, Polri tak mungkin bekerja sendiri. Butuh kerja sama antara komponen-komponen yang ada Kota Tangerang dan sekitarnya. ”Agar apa pun yg dikerjakan nanti, hasilnya akan maksimal,” ujar mantan Kapolresta Tangerang itu.
Irman juga mengimbau kepada organisasi masyarakat (ormas) untuk tidak melakukan razia (sweeping) ke tempat hiburan.
Ormas diminta hanya melaporkan kepada pihak kepolisian, apabila melihat tempat-tempat maksiat buka selama bulan ramadan.
Selain menjaga kondusivitas, lanjut dia, pelarangan sweeping dimaksudkan agar tidak terjadi tindak kekerasan. Pasalnya, sesuai amanat undang-undang, penegakan hukum hanya boleh dilakukan oleh aparat kepolisian.
”Kami akan mengundang ormas Islam untuk menjaga kondusivitas selama Ramadan,” beber Irman.
Fungsi ormas, lanjut Irman, hanya melaporkan. ”Untuk penidakan hukum adalah kewenangan kami. Kalau masih ada ormas yang malakukan sweeping, tak segan-segan kami tindak, sesuai hukum,” tegasnya.
Terpisah, Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kompol Triyani menambahkan, pihaknya akan terbuka menerima laporan masyarakat. Hal ini untuk mengantisipasi aksi main hakim sendiri oleh masyarakat dan ormas. (Khanif Lutfi/Radar Banten)









