TANGSEL – Sepanjang 2016, jumlah peristiwa kebakaran yang terjadi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menurun bila dibandingkan dengan insiden kebakaran pada 2015 lalu. Hingga akhir Agustus 2016, diketahui sebanyak 35 insiden kebakaran terjadi di beberapa wilayah yang ada di Tangsel. Sementara data kebakaran pada Agustus 2015 lalu, tercatat ada 68 insiden kebakaran yang di tangani Damkar Tangsel.
Kepala Kantor Damkar Kota Tangsel Agus Budi Darmawan mengungkap, angka penurunan insiden kebakaran yang mencapai 56 persen dari tahun sebelumnya ini merupakan sebuah prestasi yang cukup baik. Apalagi jumlah penurunan angka tersebut terjadi di pemukiman perkotaan dengan jumlah penduduknya yang padat.
“Dengan menurunnya insiden kebakaran di Tangsel yang cukup signifikan ini, menjadi catatan sejarah bagi Damkar Tangsel,” katanya di Serpong, kemarin.
Menurutnya, sepanjang 2016 ini wilayah paling banyak terjadi insiden kebakaran di dominasi Kecamatan Pondok Aren yakni sepuluh kejadian. Lalu Ciputat di urutan kedua dengan delapan kejadian, Ciputat Timur dan Serpong dengan jumlah kebakaran mencapai lima kejadian. Sementara Pamulang dan Serpong Utara menurut catatan yang ada berjumlah tiga peristiwa kebakaran. “Hingga data ini kami catat, untuk Kecamatan Setu nihil. Tidak terjadi insiden kebakaran,” ungkapnya.
Faktor yang mempengaruhi menurunnya jumlah angka kebakaran sepanjang tahun 2016 ini, kata Agus, karena kesadaran masyarakat akan bahaya kebakaran semakin meningkat. “Secara berkesinambungan, kami memberikan penyuluhan bahaya kebakaran mulai dari kecamatan hingga kelurahan yang diikuti masyarakat,” beber Agus.
Tak hanya di kantor-kantor pemerintahan, Damkar Tangsel, lanjut Agus, juga memberikan penyuluhan bahaya kebakaran di kantor-kantor swasta di antaranya Perbankan, Mall, kantor pengembang perumahan serta di pasar-pasar yang ada di Tangsel.
“Dalam sosialisasi pencegahan bahaya kebakaran itu, para ahli juga kami datangkan untuk memberikan pengarahan bagai mana menangani ketika kebakaran terjadi kepada masyarakat. Mulai dari masalah barang-barang yang mudah hingga masalah pengaturan aliran listrik. Disitu para ahli menyampaikan langsung kepada masyarakat,” tutur Agus.
Meski begitu, Agus menjelaskan jika saat ini ada beberapa kekurangan yang ada bagi operasional Damkar Tangsel. Alat pelindung diri serta kendaraan, menjadi penting bagi personel ketika bertugas.
Terpisah, Kepala seksi Pencegahan dan Pemadaman pada Kantor Damkar Tangsel Widada AP mengungkapkan kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan hingga tidak terjadi kebakaran jauh lebih penting. Tim pemadam terus berupaya memastikan bila lingkungan dalam kondisi aman. “Masyarakat harus peduli terhadap lingkungan masing-masing. Tidak lalai dan selalu waspada baik saat beraktivitas maupun ketika meninggalkan aktivitas di rumah ataupun di kantor,” tandasnya. (Adv)









