SERANG – Siapa bakal calon wakil gubernur yang akan mendampingi petahana Rano Karno dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten masih belum ditentukan. Pada rapat di DPP PDIP hingga Senin (5/9) malam, nama Walikota Serang Tb Haerul Jaman sempat menguat. Namun ternyata, Rano ngotot ingin pendampingnya dari birokrat.
Akibat masih alot, kemarin (6/9), Rano hanya sendiri dari Banten yang mengikuti sekolah partai gelombang II di Kinasih Resort, Depok, Jawa Barat. Kegiatan tersebut diwajibkan DPP PDIP bagi calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang akan diusung pada Pilkada serentak 2017.
Menurut Sekretaris Badan Pemenangan (BP) Pemilu Pusat DPP PDIP Dharmono K Lawi, Rano menjadi peserta sekolah partai gelombang II bersama 41 calon kepala daerah dan wakil kepala daerah se-Indonesia di Wisma Kinasih, Depok Jawa Barat. “Rano bukan satu-satunya peserta sekolah partai yang tidak bersama pasangannya. Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat juga menjadi peserta tanpa pasangannya,” kata Dharmono dikonfirmasi Radar Banten, Selasa (6/9).
Diakui Dharmono, pembahasan pasangan calon untuk Pilgub Banten seperti masuk beberapa ronde atau putaran long set di DPP PDIP. Pada rapat pleno DPP PDIP, Senin (5/9), sempat menguat nama Walikota Serang. “Namun belum bulat karena masih ada nama kader PPP dan satu nama lagi unsur birokrat. Tapi hingga sekolah partai gelombang dua, belum ada keputusan terkait calon wakil Rano,” jelasnya.
Mantan Ketua DPRD Banten ini menambahkan, kemungkinan besar pada Kamis (8/9), DPP PDIP akan kembali membahas Pilgub Banten dan Pilgub DKI Jakarta. “Kita lihat perkembangannya Kamis ya,” tutupnya.
Ketua DPP PDIP Ribka Tjiptaning membenarkan, dalam rapat pleno DPP PDIP hingga Senin (5/9) malam, belum mengambil keputusan apa pun. “Belum ada keputusan, tapi Rano tetap diwajibkan ikut sekolah partai sampai selesai,” jelas Ribka saat Radar Banten menghubunginya lewat sambungan telepon.
Terkait rumor yang beredar soal calon wakil Rano mengerucut kepada sejumlah nama yakni Jaman, Wawan Iriawan, Asmudji, Ranta Soeharta, dan Mardiono, Ribka pun hanya tertawa kecil. Kata Ribka, hingga saat ini Rano masih menginginkan sosok birokrat menjadi pendampinginya pada Pilgub Banten. “Pak Rano kan menginginkan birokrat, semuanya masih berpeluang. Belum ada yang mengerucut,” ungkapnya.
Sementara itu, Rano Karno memastikan dia akan diusung PDIP menjadi calon gubernur pada Pilgub Banten. Untuk calon wakil gubernur, Rano secara blak-blakan menginginkan dari kalangan birokrat. “Secara koalisi, kami sudah menjalin dengan Partai Persatuan Pembangunan. Cagub Banten pastinya saya. Tapi wakilnya perlu pembahasan,” kata Rano di sela-sela sekolah partai gelombang II di Depok.
Namun, ia mengaku belum mengetahui siapa sosok yang bakal menjadi wakilnya. Maka dari itu, komunikasi politik dengan beberapa partai terus dilakukan. “Kalau saya boleh meminta dari kalangan birokrat. Karena sekarang sedang pembenahan total. Banten masuk enam provinsi yang dalam pembinaan KPK. Bahkan, KPK berkantor di tempat kami,” ujarnya. (Deni S-JPG/Radar Banten)










