SERANG – Berdasarkan pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten terhadap 417 jenis barang dan jasa serta hasil Survei Biaya Hidup (SBH) tahun 2012 di Kota Serang, Tangerang dan Cilegon, baik secara mingguan, dua mingguan maupun bulanan, diketahui pada Oktober 2016 ini sebanyak 217 komoditas mengalami perubahan harga.
Sebanyak 120 komoditas mengalami kenaikan harga dan sisanya sebanyak 97 komoditas mengalami penurunan harga. Hal tersebut menyebabkan inflasi pada Oktober 2016 sebesar 0,08 persen dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 131,57 pada September 2016 menjadi 131,68 pada Oktober 2016.
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Subeno mengatakan, beberapa kelompok komoditi yang memberikan sumbangan terhadap inflasi Banten secara serturut-turut di antaranya kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,0529 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas bahan bakar 0,0981, persendan, dan kelompok kesehatan 0,0059 persen.
“Pada bulan Oktober ini komoditi yang mengalami kenaikan cukup tinggi yaitu pada volatile food dan jasa angkutan, di antaranya kangkung, cabe merah, bayam, daun bawang, kol putih, dan tarif kereta api. Sementara pada kelompok lainnya memberikan andil deflasi yaitu pada kelompok bahan makanan sebesar
0,0359 persen, kelompok sandang sebesar -0,0006 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga –
0,0001 persen, dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,0374 persen,” katanya, Rabu (2/11).
Pada Oktober tahun ini, lanjut Subeno, Kota Serang saat ini masih menduduki urutan inflasi tertinggi ke dua setelah Bogor. “Secara nasional laju inflasi year on year tertinggi masih tercatat di Kota Serang yaitu sebesar 4,80 persen,” ujarnya.
Menurut data yang tercatat di Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten saat ini, perkembangan harga barang dan jasa di tiga kota IHK di Banten yaitu Kota Serang 0,17 persen, Kota Tangerang 0,07 persen dan Kota Cilegon 0,06 persen. (Wirda)









