SERANG – Acara coffee morning di Kejaksaan Tinggi Banten, Rabu (2/11), selain sebagai wahana silaturahim, juga dimanfaatkan oleh para pimpinan lembaga pemerintahan di Banten untuk curhat kepada Plt Gubernur Banten Nata Irawan soal jalan tol.
Keluhan pertama kali dilontarkan Ketua DPRD Provinsi Banten Asep Rahmatullah. Asep mengatakan, kemacetan yang kerap terjadi di jalan tol, khususnya di Karang Tengah, merugikan banyak hal.
“Di Karang Tengah, macet jadi langganan. Saya rasa itu harus jadi perhatian karena merugikan banyak hal, waktu, perekonomian. Saya mau ke Jakarta saja harus berjam-jam,” papar Asep.
Hal senada diungkapkan Kejati Banten Eli Syahputra. Menurutnya jalan merupakan akses yang memiliki dampak besar terhadap berbagai sektor pembangunan. Seharusnya jalan tol bisa memberikan kemudahan akses untuk semua elemen masyarakat. “Saya sendiri saja pernah sampai empat jam setengah mau ke Jakarta (dari Serang-red),” ujarnya.
Danrem 064/Maulana Yusuf Kolonel Inf Wirana Prasetya Budi menambahkan, pemerintah pusat harus mengetahui persoalan yang ada di daerah. Di Provinsi Banten, salah satu yang menjadi persoalan adalah jalan tol.
Pada kesempatan itu juga, para pimpinan lembaga pemerintahan di Banten meminta kepada Nata Irawan, yang di Kementerian Dalam Negeri sebagai Dirjen Bina Pemerintahan Desa, untuk menyampaikan persoalan tersebut kepada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) agar bisa segera disikapi dan dicari penyelesaiannya.
Plt Gubernur Banten Nata Irawan mengaku akan mengkaji persoalan kemacetan di jalan tol Karang Tengah. Nata berjanji akan menyurati Badan Pengatur Jalan Tol agar bisa menyelesaikan persoalan itu.
“Yang dibahas tadi itu kan baru pemikiran. Nanti saya bersama teman-teman kabupaten/kota akan menyurati, termasuk Kapolda juga, akan menyoroti secara intensif hal tersebut,” ujar Nata. (Bayu)









