CILEGON – Bencana banjir yang terjadi di Bandung, Jawa Barat pada beberapa hari belakangan ini berimbas pada naiknya harga sayur mayur ke daerah-daerah, termasuk Kota Cilegon. Hal itu diakui Kepala UPTD Pasar Baru Kranggot, Kota Cilegon Mohammad Yamin saat ditemui sejumlah wartawan diruang kerjanya, Senin (14/11)
“Pengaruh cuaca yang tidak tidak bersahabat di Bandung ada kaitannya, karena pasokan sejumlah sayur mayur berasal dari sana. Apa lagi cabe dan bawang,” ujarnya.
Diungkapkannya, harga cabai dan bawang saat ini mengalami kenaikan pesat. Terlebih pada cabai rawit merah dan bawang merah. “Biasanya harga bawang merah perkilogramnya Rp 30 ribu, saat ini menjadi Rp 45 ribu. Sedangkan Cabai rawit merah biasanya Rp.55 ribu perkilogram saat ini naik jadi Rp 80 ribu,” katanya.
Yamin menjelaskan pihak UPTD Pasar Cilegon tidak memiliki kewenangan untuk menekan tingginya kenaikan harga yang terjadi “Kita hanya bersifat melakukan pengontrolan harga untuk dilaporkan ke Disperindagkop,” ucapnya.
Sementara itu, Khasannah, seorang pedagang kebutuhan pokok di Pasar Cilegon mengatakan, kenaikan harga cabai rawit merah dan bawang merah saat ini tidak mempengaruhi minat beli warga. “Yang beli masih tetap. Cuma modal kita sebagai pedagang yang harus lebih besar,” tuturnya. (Riko)









