SERANG – Saat ini harga cabai merah di Kota Serang menembus angka Rp70.000 per kg. Harga tersebut merupakan kenaikan harga tertinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Kasi Usaha Penyaluran dan Perdagangan Disperindag Kabupaten Serang Titi Purwitasari mengatakan, kali ini harga cabai meroket sangat tinggi.
“Kalau naik biasanya tidak sampai sebanyak itu. Tahun ini harganya hampir menembus Rp100.000,” katanya, Selasa (22/11).
Kenaikan harga cabai, lanjut Titi, disebabkan karena faktor distribusi. Para pedagang mendapatkan bahan pokok pangan tersebut dari daerah Jawa Tengah. Faktor cuaca yang sedang terjadi menjadi alasan harga cabai naik.
“Saat ini cuaca tidak menentu, jadi banyak petani di sana yang gagal panen. Selain itu, banyak cabai yang busuk setelah tiba di pasar. Jadi harga naik,” ujarnya.
Selain faktor cuaca, saat ini pihaknya juga belum memiliki swasembada cabai, masih mengandalkan distribusi dari luar daerah. Akhirnya harga tersebut hanya terpatok pada hasil panen. Jika melimpah maka harga akan turun. Hasil panen sedikit maka harga akan naik begitu tinggi.
“Saat Iduladha harga masih normal yaitu Rp40.000 sampai Rp50.000. Namun, kemungkinan saat Hari Natal akan naik, tetapi tidak terlalu signifikan. Harga akan kembali normal pada Januari 2017 mendatang,” kata Titi memperkirakan.
Pihaknya akan meminta kerjasama dengan Perum Bulog Serang untuk membantu mengantisipasi terjadinya kenaikan yang tinggi saat Natal dan tahun baru. “Selama ini juga kami terbantu dengan adanya warung Tim Pemantau dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang menjual bahan pokok dengan harga relatif murah,” katanya.
Berdasarkan data dinas ini, harga bahan pokok pangan dan barang startegis di Kabupaten Serang yaitu cabai merah besar kriting Rp70.000, cabai rawit hijau Rp40.000, cabai rawit merah Rp70.000, bawang merah Rp48.000, daging sapi murni Rp110.000, daging kerbau Rp110.000, daging ayam broiler Rp30.000, minyak goreng curah Rp11.000 dan ikan bandeng Rp20.000. (Wirda)









