SERANG – Minggu (27/11) kemarin aparat gabungan dari Mabes Polri, Polda Banten, dan Polres Serang menangkap Eef Syaeful Bahri (ESB), warga Kampung Kalapa Lima, Desa Sukamanah, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang. Ia yang ditangkap di kediamannya diduga sebagai anggota jaringan teroris.
Penangkapan ESB merupakan pengembangan dari penangkapan terduga pelaku teror di Desa Girimulya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Rabu (23/11).
Ruminah, nenek ESB, mengaku tak menyangka jika cucunya jadi anggota dari jaringan teroris. Menurutnya, ESB merupakan sosok yang sangat pendiam dan rajin ibadah. “Dia suka di rumah saja, perasaan gak ke mana-mana,” ujar Ruminah saat ditemui di rumahnya, yang berada tepat di samping rumah ESB, Senin (28/11).
Menurut Ruminah, ESB merupakan duda beranak satu. Anak tunggalnya, perempuan berusia sekira 10 tahun. “Cerai dengan istrinya, tapi anaknya di sini ikut dengan bapaknya. Sekarang sudah sekolah SD,” katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan dan biaya sekolah putrinya, menurut Ruminah, ESB sehari-hari berjualan pulsa dan servis telepon genggam. Namun tak jarang pria lulusan SMK tersebut memperbaiki alat elektronik lain. “Dia pinter komputrenya, sama mesin elektronik juga ngarti,” ujar Ruminah.
Dengan pekerjaanya tersebut, ESB sering terlihat di rumah dan jarang terlihat pergi. “Makanya itu saya gak nyangka,” ujarnya.
Tetangga ESB, Syaeful Anwar, mengungkapkan, selama ini ESB dikenal sebagai orang yang pendiam. “Dia kerjanya buka konter dan servis HP. Dia pinter komputer, diem orangnya, jarang ngobrol juga sama warga,” kata pria yang sudah 10 tahun menjadi tetangga ESB.
Sejak bercerai dengan istrinya, ESB menurut Syaeful, semakin menjadi sosok yang tertutup. “Dia sering sakit-sakitan juga, makanya kita tidak menyangka kalau dia ikut (jaringan teroris) gitu,” paparnya. (Bayu)









