PADARINCANG – Pascabanjir yang melanda wilayah Padarincang, terutama Desa Batukuwung dan Citasuk, ratusan warga terserang penyakit gatal-gatal. Mereka pun langsung mendapatkan perawatan tim medis dari puskesmas yang berjaga di posko bencana.
Babinsa Koramil Padarincang Serda Denny Rahmatullah menyatakan, banjir di sejumlah wilayah di Kecamatan Padarincang sudah mulai surut. Warga yang dievakuasi di tenda dan posko pengungsian pun sudah kembali ke rumah masing-masing. “Air sudah mulai surut, sekarang (kemarin) tinggal sekira 20 sentimeteran,” terang Denny, Rabu (7/12).
Namun, kata Denny, pascabanjir sejumlah warga yang rumahnya terendam terserang penyakit. Beruntung, pihak kesehatan khususnya Puskesmas Padarincang menyediakan pengobatan gratis yang berjaga di posko medis sehingga penyakit bisa diantisipasi. “Mayoritas yang diderita warga penyakit gatal-gatal,” terangnya.
Berdasarkan informasi dari puskesmas, kata Denny, hingga kemarin banyak yang berobat ke pengobatan gratis di posko bencana. Seperti di Kampung Ciseke, Desa Batukuwung per Rabu (7/12) yang menjalani pengobatan sebanyak 75 orang. “Untuk di Kampung Sukamaju, Desa Citasuk mencapai 95 orang yang berobat,” katanya.
Sehari sebelumnya di posko medis, salah seorang tim medis dari Puskesmas Padarincang, Rika, mengaku sudah menangani korban banjir yang berobat hingga 109 orang. “Selain gatal-gatal, penyakit yang dikeluhkan warga juga demam dan panas dingin,” ungkapnya.
Petugas Puskesmas Padarincang lain yang berjaga di posko medis, Kampung Sukamaju, Desa Citasuk, Ratini mengungkapkan, penanganan pengobatan warga kemarin mencapai 94 pasien. Ia membenarkan, dari total warga yang berobat mayoritas mengeluhkan gatal-gatal serta batuk pilek.
Penyakit rata-rata diderita kalangan orangtua akibat terkena air hujan yang kotor. “Kita sudah tangani dengan pengobatan. Kita akan siaga sampai Jumat (9/12). Stok obat juga aman,” tegasnya. (Nizar S/Radar Banten)








