KOTA Cilegon merupakan dataran rendah, berada di pinggir pesisir laut dan banyak berdiri pabrik kimia. Kondisi tersebut menyebabkan timbulnya risiko terjadinya bencana alam, bencana ulah manusia dan kedaruratan kompleks, meskipun di sisi lain juga kaya akan sumber daya alam. Oleh karena itu bencana di Kota Cilegon dapat terjadi secara tiba-tiba maupun melalui proses yang berlangsung secara perlahan. Beberapa jenis bencana seperti gempa bumi, hampir tidak mungkin diperkirakan secara akurat kapan, dimana akan terjadi dan berapa besaran kekuatannya, demikian juga dengan bencana non alam, seperti bencana yang diakibatkan kebocoran industri kimia maupun ledakan gas di industri akan sangat sulit diperkirakan kejadiannya. Sehingga akibat dari kejadian bencana selalu memberikan dampak kejutan dan menimbulkan banyak kerugian materi maupun jiwa. Kondisi tersebut terjadi karena kurangnya kewaspadaan dan kesiapan dalam menghadapi ancaman bahaya. Oleh karenanya diperlukan upaya untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengetahuan kebencanaan.
Upaya untuk meningkatkan kapasitas serta mengurangi kerentanan dan risiko dalam penanggulangan bencana bukanlah pekerjaan yang bisa selesai dalam satu malam dengan cara bim-salabim abra-kadabra. Akan tetapi dibutuhkan konsistensi, daya juang yang tinggi, kerjasama para pihak, komitmen besar, serta keterlibatan dunia usaha dan masyarakat luas agar persoalan kebencanaan di Kota Cilegon bisa diminimalisir. Segitiga Biru yang menempel pada bahu lengan kanan seragam BPBD menggambarkan bahwa kewajiban penanganan kebencanaan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Kesadaran bahwa Cilegon merupakan Kota dengan risiko bencana yang tinggi khususnya dalam hal kegagalan teknologi (berdasarkan Kajian Risiko Bencana) hendaknya mendorong semua pihak untuk berpacu dan tidak tinggal diam. Tulisan ini hanya meliput upaya seputar kegiatan Seksi Pencegahan pada Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Cilegon, antara lain :
- Sosialisasi Informasi Pencegahan Bencana, meliputi dari:
1) Himbauan/Pemberitaan Early Warning Melalui stasiun Radio,
2) Himbauan Melalui Media Cetak/elektronik,
3) Sosialisasi Informasi Pencegahan Bencana Bagi TP. PKK Tingkat Kota Cilegon,
4) Sosialisasi Kebencanaan Bagi Pelajar SLTA Tingkat Kota Cilegon.
- Pelatihan Pencegahan Penanggulangan Bencana Bagi Guru SLTA Tingkat Kota Cilegon
- Pengadaan Peta Rawan Bencana, terdiri dari 11 (sebelas) jenis ancaman bencana di Kota Cilegon, yaitu : Peta Rawan Bencana Banjir, Peta Rawan Bencana Banjir Bandang, Peta Rawan Bencana Cuaca Ekstrim, Peta Rawan Bencana Epidemi dan Wabah Penyakit, Peta Rawan Bencana Gelombang Ekstrim dan Abrasi, Peta Rawan Bencana Gempa Bumi, Peta Rawan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan, Peta Rawan Bencana Kegagalan Teknologi, Peta Rawan Bencana Kekeringan, Peta Rawan Bencana Tanah Longsor, dan Peta Rawan Bencana Tsunami.
Pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana; di Kelurahan Gunung Sugih, Kelurahan Sukma Jaya, Kelurahan Lebak Gede, dan Kelurahan Gerem (kerjasama antara BPBD Kota Cilegon, BPBD Provinsi Banten, dan BNPB). - Pembentukan Satgas Kebencanaan, di Kecamatan Pulomerak.
- Bakti Sosial, di Kali Semendaran Kelurahan Panggung Rawi Kecamatan Jombang (kerjasama antara BPBD Kota Cilegon dengan BPBD Provinsi Banten).
- Menyusun Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Kota Cilegon Tahun 2016-2021, (difasilitasi oleh BNPB).
Demikian sekelumit informasi kegiatan pada Seksi Pencegahan BPBD Kota Cilegon, sekedar untuk diketahui. Kobarkan terus semangat di dadamu untuk menuju Kota Cilegon yang tangguh bencana. Salam tangguh dan salam kemanusiaan…
(ADVERTORIAL/BPBD Kota Cilegon)



























