Tak mudah bagi Hari Bowo untuk membangun wisata Vila Ternak Cikerai, Kota Cilegon di atas lahan 7.000 meter persegi. Namun, berkat kegigihannya kini ia mulai merasakan buah manis dari kerja keras.
HAIRUL ALWAN – CIBEBER
Vila Ternak Cikerai terletak di Lingkungan Pasir Angin, Cikerai, Kecamatan Cibeber. Begitu memasuki Vila Ternak Cikerai, pengunjung disuguhkan dua bangunan dengan bahan utama kayu yang dijadikan untuk spot kuliner.
Harga tiket sangat murah. Cukup Rp10 ribu untuk sepeda motor pengunjung mendapatkan fasilitas free parking dan satu gelas susu murni. Sementara, pengunjung yang menggunakan mobil dikenakan tiket Rp20 ribu per mobil dengan fasilitas juga free parking dan dua gelas susu murni.
Kata Hari, membangun Vila Ternak Cikerai terinspirasi dari beberapa tempat wisata seperti Lactasiva di Bandung, kampung sapi di Malang, dan The Kandang di Depok. “Saat ini (Vila Ternak Cikerai-red) masih sebatas peternakan dan perkebunan. Ke depan akan dibuat arena outbond, camping, flying fox, air softgun, dan tempat lainnya,” jelas anak kedua dari lima bersaudara ini.
Sebelum Vila Ternak Cikerai terbentuk, Hari menuturkan, hanya menjalani usaha penggemukan sapi pada 2010. Ia hanya memelihara sapi milik orang lain dan menggemukkan untuk dijual sebagai hewan kurban. “Dulu saya cuma broker, saya jual sapi dan mendapat keuntungan dari situ,” jelasnya.
Usaha yang digeluti sambil bekerja di salah satu perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) Cilegon itu semakin lama semakin mendatangkan keuntungan. “Pada 2012 memutuskan berhenti bekerja dan membuka peternakan kambing dan sapi di Lingkungan Tegal Cabe, Kelurahan Citangkil. Saya sewa tanah, dari situ keuntungan saya kumpulkan hingga dapat membeli tanah di Cikerai dan membuat Vila Ternak Cikerai,” tutur pria berusia 30 tahun ini.
Begitu masuk ke Vila Ternak Cikerai, berbagai kandang hewan ternak seperti sapi, kambing, kelinci, ayam, burung dara, dan kolam lele bisa ditemui. “Pengunjung bisa memberi makan hewan atau sekadar melihat hewan ternak bersama keluarga. Biasanya mereka datang dengan anak yang masih kecil,” ungkapnya.
Pada Senin hingga Jumat, Vila Ternak Cikerai dibuka untuk kunjungan siswa TK dan SD. Sementara, Sabtu dan Minggu dibuka untuk umum. “Kami menyediakan paket lengkap untuk kunjungan anak, mereka akan dikenalkan tentang hewan ternak, memberikan makan, memeras susu, menanam, dan saat pulang mereka diberi susu dan roti,” ujar mantan Wakil Presiden Mahasiswa Institut Pertanian Bogor pada 2009 itu.
Kata Hari, tak jarang siswa TK atau pun SD yang berkunjung ke Vila Ternak Cikerai pada Senin hingga Jumat datang kembali pada Sabtu atau Minggu bersama orangtuanya. “Tempat ini mulai beroperasi akhir Januari. Awalnya ragu untuk membukanya karena belum sempurna. Tapi ternyata saat dibuka antusias warga cukup tinggi,” ujar pria yang pernah menjadi delegasi mahasiswa IPB menjalani pendidikan di Sydney, Australia.
Mengaku menghabiskan dana Rp1,5 miliar untuk membeli tanah dan membangun fasilitas Vila Ternak Cikerai, Hari mengungkapkan, pada bulan pertama mendapat omzet Rp50 juta dan Rp100 juta di bulan kedua. “Omzet itu terus kami tingkatkan bersamaan dengan penambahan fasilitas lain,” jelas Duta Lingkungan PT Bayer Indonesia-Jerman itu.
Hingga saat ini, ia memiliki 30 pekerja dari Lingkungan Pasir Angin, Kelurahan Cikerai. “Ini kami lakukan untuk memberdayakan warga Cikerai,” ucapnya.
Selain untuk memberdayakan warga lokal dan mengedukasi siswa TK dan SD, Hari berharap, kesan peternakan yang kotor, bau, dan menjijikkan dapat hilang. “Peternakan bisa dibungkus dengan wisata edukasi, kuliner, dan wahana rekreasi lainnya. Kami harap dengan sendirinya semua bisa support dunia peternakan,” pungkasnya.
Salah satu pengunjung Lukman Saidin mengatakan, datang ke Vila Ternak Cikerai diajak istri. “Saya ke sini bertiga sama anak istri saya yang tahu dari medsos,” ungkapnya.
Kata Lukman, kondisi alam yang asri dan hewan ternak yang ada di Vila Ternak Cikerai menjadi salah satu pertimbangan datang ke tempat wisata itu. “Bagi anak-anak di perkampungan mungkin biasa melihat sapi dan hewan-hewan ternak lain. Namun, untuk yang jarang melihat peternakan seperti anak saya, Vila Ternak Cikerai ini cukup mengedukasi. Anak saya bisa memberi makan hewan, memeras susu sapi, dan hal-hal lainnya yang bisa dilakukan di peternakan,” katanya. (*)










