SERANG- Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah angkat bicara soal banjir yang menimpa kawasan perbatasan Kecamatan Anyer dan Ciwandan. Ia mengklaim penyebab banjir tersebut merupakan akibat jebolnya tanggul-tanggul sungai di sekitar kawasan Anyer.
“Penyebab banjir di Kabupaten seperti Anyer itu karena ada tanggul yang jebol di sungai-sungai sekitar Anyer. Dan itu kewenagan balai pusat yang ada di pemerintah pusat, jadi pemkab tidak bisa melakukan perbaikan pada sungai tersebut. Karena itu kewenaganya di pemerintah pusat,” ujarnya usai meninjau lokasi TMMD di Desa Nagara Padang, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Rabu(5/4).
Meskipun begitu, pemkab Serang sudah sering berkoordinasi dengan balai pusat agar cepat menangani sungai-sungai yang tanggulnya jebol. Minimal ada perbaikan tanggul agar tak terjadi banjir untuk kesekian kalinya.
“Padahal Kami sudah sering menyampaikan pada balai pusat agar segera memperbaiki sungai-sungai yang rawan menimbulkan banjir ke pemukiman warga. Sebab kejadian banjir terus berulang jika terus dibiarkan. Sementara Pemkab tidak bisa memperbaikinya karena itu adalah kewenangan mereka,” ujarnya.
Namun, lanjut Tatu, dalam peristiwa banjir di Anyer, pihaknya sudah menerjunkan bantuan dengan dibantu Kodim Cilegon, kepolisian agar dapat mengevakuasi warga yang terdampak banjir. “Sejak banjir terjadi, kami sudah perintahkan BPBD agar turun ke lapangan untuk dapat membantu masyarakat yang terdampak banjir dan menyelamatkan warga yang terdampak banjir. Dalam kasus ini kami hanya bisa membantu masyarakat saja seperti sembako dan perbaikan rumah yang rusak dengan anggaran se adanya yang dimiliki Pemkab Serang, ” ujarnya.
Tatu juga menyampaikan pada para wisatawan yang mau berlibur ke Anyer jangan khawatir. Sebab lokasi banjir jauh dari kawasan wisata Anyer. “Untuk itu penting disampaikan pada para wisatawan yang mau berlibur ke Anyer, tetap tenang sebab lokasi banjir tersebut jauh dari kawasan wisata Anyer,” ucapnya. Ade Faturohman / adesulhan@gmail.com)









