HABIS gelap terbitlah terang, untaian kata itu cukup menggambarkan perasaan Duyeh (27), nama samaran, yang saat ini tengah berseri-seri. Warga Kabupaten Serang itu belum lama bercerai dengan istrinya, sebut saja Demplon (26), kini sudah mendapatkan gebetan baru lagi. Calon istri barunya juga lebih cantik, lebih bohai, lebih fresh, lebih putih dan mulus ketimbang mantan istrinya, sebut saja Denok (22).
“Sebetulnya dulu ingin mempertahankan rumah tangga. Tapi, istri kukuh ingin cerai. Tahunya, eh ketiban rezeki, ya alhamdulilah,” ujarnya mengucap syukur. Ketiban rezeki bagaimana? “Ya, dapat istri baru lagi, lebih caem. Padahal, belum seminggu cerai,” jawabnya bangga. Awas hati-hati nguras Kang!
Diceritakan lelaki bertubuh kurus itu, pemicu keretakan rumah tangga Duyeh gara-gara pihak ketiga. Ya, Denok lah pihak ketiga itu. Tadinya, rumah tangga Duyeh dan Demplon baik-baik saja. Bahkan, kehidupan asmara sampai menghasilkan dua anak terbilang romantis. Sampai akhirnya Denok tiba dan mencoba menjadi penghalang bagi keduanya.
Ternyata, Denok tak lain adalah sang mantan yang ditinggalkan Duyeh tanpa kejelasan. Ow ow ow. Balada cinta itu terjadi enam tahun silam sebelum Duyeh menikahi Demplon. Diakui Duyeh, alasan meninggalkan Denok yang sudah dipacarinya selama setahun dulu, akibat adanya campur tangan calon bapak mertua, sebut saja Juhdi, tanpa sepengetahuan Denok.
Ceritanya Denok itu cinta pertama Duyeh. Di saat pasangan cinta monyet itu sedang memadu kasih, sedang sayang-sayangnya, di belakang Denok, Duyeh didesak menikah oleh Juhdi. Tentu saja Duyeh kaget mendengar permintaan yang dinilainya tidak rasional itu. Apalagi, Duyeh tengah serius mengenyam jenjang pendidikan kuliah. Denok sendiri masih berseragam SMA. Tak berpikir panjang, Duyeh langsung pergi meninggalkan Denok tanpa pesan.
“Bapaknya bilangnya enteng saja. Katanya, ‘kan bisa nikah sambil kuliah’. Waktu itu, saya mikirnya polos, takut ganggu masa depan, ya sudah tinggalkan saja si Denok. Lagian, mana bisa menikah sambil kuliah? Tamu undangan mau dibawa ke kampus?” celotehnya. Eaaa, enggak lucu!
Akhirnya, Duyeh dan Denok lost contact. Sampai tiga tahun kemudian, barulah Duyeh bertemu dengan Demplon. Tepatnya, setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya hingga mendapat pekerjaan di kepariwisataan. Tak butuh lama untuk Duyeh mengenal Demplon lebih dekat. Hanya perlu waktu tiga bulan untuk Duyeh langsung menikahi gadis yang dinilainya menarik dan bertubuh ideal itu. Alasan Duyeh langsung meminang Demplon, selain menarik, Demplon memang kriteria Duyeh yang senang dengan wanita karier.
Profesinya tak lain adalah guru di salah satu sekolah, masih berstatus honorer. Pembawaannya yang low profile dan agak-agak sedikit manja, mampu menghipnotis alam bawah sadar Duyeh yang terpanah asmara. Demplon juga piawai membuat rumah tangganya harmonis. Mampu memanjakan Duyeh di saat pulang kerja, seperti suka memijat, menyediakan makanan kesukaan suami, sampai tak pernah melarang-larang hobi suami yang saban hari main burung.
“Pokoknya, Demplon itu istri idaman deh. Dia juga pintar mengurus anak. Enggak pernah merepotkan suami. Kalau dia masih sanggup, apa-apa dikerjakan sendiri,” terangnya. Benar-benar sosok Kartini, pas nih momennya.
Seiring waktu, tiga tahun berjalan, Duyeh kembali menjalin komunikasi dengan Denok. Awalnya, Duyeh mendapatkan telepon dari seorang perempuan yang tak lain adalah Denok. Ternyata, Denok selama ditinggalkan tak lantas melupakan Duyeh. Tapi, terus mencari keberadaan Duyeh.
Diawali dengan mendatangi orangtua Duyeh untuk mencari alamat. Karena keluarga sudah mendapatkan amanat dari Duyeh agar tidak memberitahukan keberadaannya kepada sang mantan, pihak keluarga Duyeh pun memberikan alamat palsu. Ayu Ting Ting kali, alamat palsu.
Tak mendapat hasil, Denok pantang menyerah demi mendapatkan cintanya yang hilang. Denok mencari tahu dengan mendatangi sohib-sohib Duyeh yang dikenal Denok dulu satu per satu. Alhasil, Denok pun mendapatkan nomor ponsel Duyeh dari salah satu sohibnya. Sampai kemudian, Denok mencoba menelepon Duyeh. Sayangnya, ponsel Duyeh yang saat itu tengah tergeletak di depan televisi, persis berada di hadapan Demplon. Spontan Demplon yang tengah manja-manjaan dengan Duyeh di depan televisi sambil menonton, langsung mengangkat telepon Duyeh.
Betapa kaget Demplon mendengar suara perempuan. Bahkan, langsung mengaku kalau dia adalah mantan terindah Duyeh. Intinya, semua cerita masa lalu Duyeh diceritakan Denok melalui telepon yang didengarkan Demplon. Awalnya Duyeh mengelak, tetapi melihat respons Demplon yang sepertinya yakin akan cerita Denok, langsung meminta penjelasan. Apalagi, Duyeh pernah menceritakan masa lalunya bersama Denok. Menyadari hal itu, Demplon terbakar api cemburu dan menuding Duyeh selama ini ada udang di balik batu.
“Saya belum sempat menjelaskan, eh sudah marah-marah. Memang dulu pas baru-baru nikah, saya sempat cerita kalau pernah punya mantan terindah. Tapi, kan sudah saya lupakan. Eh, malah ‘Kelabang Bali’,” terangnya. Apaan tuh? “Kenangan Lama bangkit Kembali,” jawabnya. Eit dah, bisa saja si Akang ini.
Tak lama setelah perselisihan itu, Demplon langsung pergi meninggalkan Duyeh sendiri dan balik ke rumah orangtua. Baru seminggu kemudian, Demplon mengajukan permohonan cerai. Selama seminggu pisah ranjang itu, komunikasi Duyeh yang memang masih mengingat Denok makin intens. Namun, kedekatan itu tak lantas membuat Duyeh berniat untuk meninggalkan Demplon. Justru, Duyeh ingin meminta maaf kepada Denok dan ingin terus menjalani rumah tangganya dengan Demplon. Duyeh berusaha memberikan pengertian kepada Denok agar tidak mengganggunya lagi serta meminta agar ke depan Denok bisa membuka lembaran baru.
Seketika pikiran Duyeh berubah usai menerima pengajuan cerai dari Demplon. Setelah dipastikan tidak bisa rujuk dan mengetahui kalau Demplon sudah tidak bisa berubah pikiran karena merasa sudah benar-benar kecewa, Duyeh pun mencabut kata-kata yang pernah dilontarkan kepada Denok.
Singkat cerita, Duyeh cerai dengan Demplon di pengadilan agama. Hak asuh anak pun jatuh ke tangan Demplon. Seminggu kemudian, mempertimbangkan keseriusan Denok yang memang ingin menjadi pendamping hidupnya, Duyeh akhirnya menerima kehadiran Denok.
“Intinya, kisah saya sama Denok itu, CLBK (cinta lama bersemi kembali-red) lah. Mungkin ini yang namanya jodoh. Lebih fresh lagi,” ucapnya. Terus, nasib Demplon bagaimana? “Ya masih janda. Mau Kang?” tawarnya. Yaelah, enggak lah, mantan Akang. “Masih tinggal sama orangtuanya kayaknya. Enggak tahu deh, enggak pernah kontak lagi. Paling nanti pas gajian, sambil ketemu anak. Doain saja, semoga ini yang terbaik,” katanya. Amin. (Nizar S/Radar Banten)








