SERANG – Sekira pukul 15:30 sejumlah masyarakat yang menamai diri relawan Kite YS keluar dari kantor DPD PAN Kota Serang, Kaujon, Kota Serang, Sabtu (27/5). Dengan map di tangan salah satu rombongan, para relawan tersebut meninggalkan kantor PAN.
YS sendiri merupakan singkatan dari Yhannu Setyawan, seorang akademisi Universitas Mathlauk Anwar (Unma) tersebut merupakan salah satu dari 17 bakal calon Walikota Serang yang mengambil formulir pendaftaran pada penjaringan bakal calon Walikota Serang yang digelar oleh DPD PAN Kota Serang.
DPD PAN Kota Serang bisa disebut sukses membuka penjaringan bakal calon Walikota Serang untuk Pilkada Kota Serang 2018 mendatang. Pasalnya, partai yang didirikan pada 23 Agustus 1998 tersebut hanya butuh waktu enam hari untuk menarik 17 bakal calon tersebut.
Selain itu, peminat yang membanjiri penjaringan tersebut bukan hanya kader internal, namun juga eksternal dan berasal dari berbagai kalangan. Dari 17 bakal calon, 13 diantaranya berasal dari luar partai. Ada yang berasal dari partai politik lain, akademisi, dan pengusaha.
“Dari internal berdasarkan urut pengambilan formulir ada Ahmad Rosadi atau Iyos, Edi Sumatirta, Iif Fariudin, dan Raden Mas Purbo Asmoro,” ujar Ketua Tim Pemilu DPD PAN Kota Serang Teguh Prinaryanto kepada sejumlah awak media saat konferensi pers penutupan pengambilan formulir di kantor DPD PAN Kota Serang, Sabtu (27/5).
Setelah proses ini, tahap selanjutnya yang harus dilalui para bakal calon yaitu pengembalian formulir. Untuk tahapan ini, dikatakan Teguh, pihaknya menyediakan waktu dari 29 Mei hingga 3 Juni 2017 mendatang.
Jika proses pengambilan bisa diwakilkan oleh tim pemenangan maupun relawan, untuk proses ini berbeda, sang bakal calon harus mengembalikan formulir tersebut langsung. Alasannya, ada sejumlah hal yang perlu diketahui oleh bakal calon tersebut secara langsung. Misalnya terkait uji kepatutan dan penyampaian visi misi.
“Kalau tidak datang ada pertimbangan khusus. Nanti kita bahas di dalam forum internal,” tegas Teguh.
Menurut Teguh, PAN adalah partai yang terbuka, sehingga siapapun mempunyai peluang yang sama untuk mendapatkan dukungan dari partai tersebut. Sepanjang mempunyai kesamaan visi misi untuk membangun Kota Serang, dukungan pengurus, kader, simpatisan akan mengalir pada calon tersebut.
Untuk menetapkan sosok yang akan diusung menjadi kewenangan DPP PAN, namun menurut Teguh, daerah mempunyai hak untuk merekomendasikan sosok yang akan dipilih untuk kemudian membawa bendera PAN pada pemilu.
“Setelah proses selesai akan dibahas oleh tim pemilu dan DPD, setelah itu akan kita rekomendasikan,” ujarnya.
Sementara itu, Kordinator Relawan Kite YS Arfan Hamdani setelah pengambilan formulir kepada awak media menjelaskan, Relawan Kite YS merupakan gabungan dari enam aliansi masyarakat sipil. Keenam aliansi tersebut, yaitu Jaringan Kemandirian Nasional Kota Serang, Kaukus Muda Tionghoa Kota Serang, Serikat Pemuda Indonesia Kota Serang, Jaringan Mahasiswa Kota Serang, Lingkar Study Banten dan Serikat Pemuda Desa untuk Demokrasi (SPDD).
Menurut Arfan, pengambilan formulir tersebut merupakan salah satu upaya untuk mendesak akademisi yang saat ini aktif sebagai Komisioner Komisi Informasi Pusat, Yhannu Setyawan maju di Pilkada Kota Serang.
Mereka menganggap Yhannu Setyawan mampu menyelesaikan persoalan di Kota Serang. “Kami sengaja datang ke DPD PAN untuk meminta Yhannu maju sebagai calon Walikota Serang. Ini inisiatif kita dari masyarakat sipil yang menginginkan Kota Serang menjadi maju dengan calon alternatif,” ujarnya.
Menurutnya, masalah kemiskinan, pendidikan, dan infrastruktur masih menjadi persoalan klasik yang ada di Kota Serang. Dengan latar belakang Yhannu sebagai akademisi, Relawan Kite YS yakin Yhannu mampu membenahi persoalan mendasar tersebut.
Untuk diketahui, selain Yhannu, sejumlah nama-nama eksternal lain yang mengikuti penjaringan diantaranya Syafrudin, Mukodas, Lalu a Rais, Ayib Najib, Agus Irawan, Agus Setiawan, dan sejumlah nama lainnya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@ gmail.co











