SERANG – Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Banten akan menerjunkan taekwondoin terbaik pada kejuaraan nasional (Kejurnas) Taekwondo Senior 2017. Pada single event yang akan dihelat di Gedung Popki, Cibubur, Jakarta pada 23-26 November, Pengprov TI Banten dipastikan akan menerjunkan 26 taekwondoin.
Ke-26 taekwondoin tersebut akan tampil di dua kategori, yakni kategori kyorugi dan poomsae. Delapan taekwondoin putra dan delapan taekwondoin putri akan tampil di kategori kyorugi dan 10 taekwondoin lainnya disiapkan untuk kategori poomsae.
Ketua Pengprov TI Banten E Kosasih Samanhudi mengatakan, taekwondoin yang akan diboyong ke kejurnas nanti merupakan yang terbaik di kelasnya masing-masing. “Kami tidak hanya asal ambil bagian saja di kejurnas nanti. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk meraih yang terbaik. Momentum kejurnas nanti harus mampu kami maksimalkan lantaran ajang itu juga dijadikan pengurus besar (PB) TI sebagai wadah seleksi tim Asian Games 2018,” kata Kosasih kepada Radar Banten, Senin (12/6).
Kosasih menambahkan, lima atlet penghuni pemusatan pelatihan daerah (Pelatda) Jangka Panjang KONI Banten 2017, yakni Yuni Seiga (kelas over 76 kilogram putri/kyurugi), Ekas Sari Saputri (kelas under 64 kilogram putri/kyurugi), Genna Upsari (poomsae putri), Regita Adistia (poomsae putri), dan Ina Rahma Pramesti (poomsae putri) akan menjadi tim inti Pengprov TI Banten.
“Kelima taekwondoin tersebut sudah terbukti secara prestasi dan jam terbang. Bahkan mereka memiliki kans untuk menoreh prestasi nanti. Kami berharap Yuni Seiga cs mampu meraih yang terbaik dan menembus tim inti Asian Games 2018,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten ini.
Untuk memenuhi kuota 26 atlet, Pengprov TI Banten akan menggelar kejuaraan daerah (Kejurda) pada medio Agustus 2017 guna menemukan 21 taekwondoin terbaik untuk memenuhi kuota 26 atlet. “Kami minta pengurus cabang (Pengcab) TI se-Banten menerjunkan atlet terbaik. Hanya atlet terbaik lah yang akan kami ikut sertakan di kejurnas nanti,” tegas Kosasih.
Pelatih Kyorugi Taekwondo Banten Malik Firdaus mengaku, persaingan di kejurnas nanti sudah terbaca. Ia memprediksi semua daerah bakal menerjunkan kekuatan yang sama seperti pada PON XIX Jawa Barat 2016. “Ini kan kejurnas level senior, kalau level junior memang agak sulit memprediksinya. Kalau atlet senior pasti orangnya itu-tiu aja. Yang tampil di PON lalu pasti kembali diterjunkan. Sekarang tergantung bagaimana kesiapan masing-masing atlet saja,” ucapnya.
Bicara peluang taekwondoin Banten, ia mengaku optimistis anak asuhnya mampu menuai prestasi. “Optimistis pasti lah. Apa lagi kualitas atlet kami terus mengalami peningkatan. Insya allah akan ada taekwondoin Banten yang menembus tim Asian Games 2018,” tandas Malik. (Andre AP/RBG)










