PANDEGLANG – Pencari kerja (pencaker) di Pandeglang dalam sepekan ini membeludak. Itu dibuktikan dengan banyaknya warga yang melakukan permohonan pembuatan kartu tanda bukti pendaftaran pencari kerja (TBPPK) di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pandeglang, pada Senin- Rabu (3-5/7).
Selama tiga hari itu, tak kurang seribu orang pemohon TBPPK atau kartu kuning. Akan tetapi, mayoritas pencaker lulusan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) dan sederajat itu gelisah lantaran belum jelas tempat bekerja yang akan dituju. “Kami lulusan SMK Dwi Putra Bangsa (DPB) Cibaliung, siswanya mencapai seratusan dan mayoritas rencananya ingin bekerja. Tetapi, belum tahu akan melamar ke perusahaan mana,” kata Muhamad Nur Habibi, alumnus SMK DPB Cibaliung yang ditemui di Disnakertrans, Kabupaten Pandeglang, kemarin.
Menurut pemuda asal Kecamatan Cimanggu itu, ada informasi lowongan pekerjaan di daerah Bekasi, perusahaan pembuat mesin motor. Akan tetapi, kata dia, setiap yang mau bekerja harus menyediakan uang sebesar Rp 4 juta sebagai persyaratan. “Ada yang mau mengajak saya bekerja, tetapi harus nyogok, saya sangat kewalahan dalam hal itu,” katanya.
Hal serupa dikatakan A Yusuf, alumnus SMAN 6 Pandeglang. Kata dia, sekira 320 siswa lulusan sekolahnya akan melamar pekerjaan dan hanya sedikit yang melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi. “Akan tetapi, kami juga belum mengetahui bisa bekerja atau tidak lantaran di Pandeglang tidak ada lapangan pekerjaan,” katanya.
Dihubungi melalui telepon seluler, Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Pandeglang Agus Rachmat mengaku jika lapangan pekerjaan di wilayah Pandeglang tidak ada lantaran belum adanya sektor perindustrian. “Akan tetapi, kami (Disnakertrans-red) sudah melakukan kerja sama dengan sejumlah perusahaan yang ada di wilayah Serang dan Tanggerang. Mudah-mudahan bagi pencaker asal Pandeglang tidak dipersulit,” katanya. (Herman/RBG)









