RANGKASBITUNG – Bahagia kini dirasakan warga Desa Pasirtanjung, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, khususnya warga Kampung Cikorosok. Itu karena saat ini sudah ada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di kampung tersebut.
SMK 17 Tubagus Al-Rasyid menjadi sekolah SMK pertama yang ada di kampung bahkan di desa tersebut. Namun bukan hanya itu yang membuat warga senang, dengan adanya SMK itu warga tak lagi harus pergi keluar desa untuk menikmati pendidikan di SMK atau SMA.
Sebelum ada SMK 17, warga harus menempuh jarak 20 kilometer untuk sampai ke sekolah terdekat. Jarak itu tentu harus ditempuh dengan kendaraan, jika jalan kaki, akan memakan waktu lama.
Di desa Pasirtanjung, hingga saat ini, baru ada Madrasah Aliyah (MA) . Otomatis itu menjadi pilihan satu-satunya. Jika tidak mempunyai kendaraan, tidak ada biaya untuk sekedar ngojek, dan tidak mau sekolah di MA, warga tidak melanjutkan pendidikan ke tingkat menengah.
Pudin (50) salah satu warga Pasir Tanjung mengatakan, berterima kasih atas adanya sekolah di desa tersebut karena sekolah ke kota memakan biaya tinggi.
“Di yayasan (SMK 17 Tubagus Al-Rasyid – red) biaya daftarnya gratis lagi,” ujar Pudin, Senin (10/7).
Sementera itu, Kepala Desa Pasirtanjung Muhammad Suryana mengaku sangat mendukung pihak Yayasan Tubagus Al-rasyid yang telah mendirikan sekolah tersebut.
Suryana pun mengaku akan terus sosialisasi kepada masyarakat jika pendidikan itu penting bagi kemajuan bangsa ini khsusnya untuk kemajuan Kampung Cikoroyok, mengingat angka putus sekolah di desa ini cukup memprihatinkan.
Dengan adanya SMK gratis ini harapannya agar bisa membantu perekonomian warga desa Pasirtanjung. “Saya sangat berterima kasih dan bersyukur adanya Sekolah Tubagus Al-rasyid apalagi gratis, harapannya dapat membantu masyarakat yang putus sekolah pada jenjang SMP,” ujarnya.
Ketua Yayasan Tubagus Al-Rasyid Aliyudin mengatakan, meskipun baru angkatan pertama, antusias warga untuk mendaftarkan anaknya sangat tinggi yaitu mencapai 40 siswa dan diperkirakan akan mengisi dua kelas. Para siswa dipersiapkan untuk meningkatkan dan dapat menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.
“Saya berharap para siswa dapat memajukan desanya sendiri dan menjadi SDM yang berkualitas, lantaran tiga lima tahun kedepan desa ini akan maju dengan adanya waduk karian yang sedang berlangsung pembangunannya,” tegas Aliyudin.
Kepala Sekolah SMK Tubagus Al-Rasyid Ade Niky menjelaskan, guru yang direkrut untuk mengajar adalah orang profesional dalam bidang dan jurusan yang potensial sesuai kebutuhan daerahnya. “Kita memilki tiga jurusan diantaranya, seperti jurusan Teknik Komputer dan Jaringan, Pertanian Holtikultura dan Otomotof Perbengkelan, jurusan – jurusan tersebut saat ini sangat potensial bagi pembangunan di kabupaten lebak, yaitu sesuai dengan salah satu dari visi misi pemerintah kabupaten lebak,” imbuh Ade. (Rahmatullah /twokhe@gmail.com)








