• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Kisah Buruh Tani Perempuan di Pamarayan, Ikhlas Dapat Upah Kecil

Redaksi by Redaksi
Rabu, 19 Juli 2017 10:33
in Berita Utama, Featured, Umum
Kisah Buruh Tani Perempuan di Pamarayan, Ikhlas Dapat Upah Kecil

Sejumlah buruh tani perempuan sedang memanen padi di Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang.

SERANG –  Sekelompok buruh tani perempuan biasa mengumpulkan gabah dengan alat bernama thresher. Thresher ini adalah mesin yang berfungsi memisahkan gabah dari tangkai padi. Cara kerja thresher itu berputar-putar seperti alat bubut. Secara bersama-sama mereka mengerjakannya.

Mereka bekerja menjadi buruh tani demi mendapatkan beras dan sedikit uang, seperti yang dilakukan Sarini (45), buruh tani di Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, ia mengaku pekerjaannya ini adalah satu-satunya yang ia bisa lakukan di tempat tinggalnya.

RelatedPosts

Pengungkapan narkoba di Cilegon

Enam Pengedar Narkoba Ditangkap di Cilegon, Polisi Sita 114 Pil Ekstasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 18:44
Panen Raya Padi di Padarincang

Perkuat Ketahanan Pangan, DPP Jagatara dan Petani Muda Panen Raya Padi di Padarincang

Sabtu, 31 Oktober 2026 18:37
Pertunjukan Teater Warga Binaan

Lapas Cilegon Hadirkan Ruang Ekspresi Warga Binaan Lewat Pertunjukan Teater

Sabtu, 31 Oktober 2026 18:31
PJU Kota Serang

Pemkot Serang Siapkan 1.000 Titik untuk PJU

Sabtu, 31 Oktober 2026 18:28

“Mau bagaimana lagi, di sini enggak ada pekerjaan lain. Kalau di rumah terus nanti enggak makan,” ujarnya pada Radar Banten Online di area persawahan Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Rabu (19/7).

Ibu paruh baya yang ditinggal pergi suaminya ini, memilih bertahan sebagai buruh tani meskipun upah yang ia dapat tak seberapa.

“Suami saya mah enggak tahu pergi kemana, udah kaya Bang Toyib saja enggak ada kabar,” ketus Sarini.

Gabah-gabah yang mereka peroleh pun akan dibagi dengan anggota kelompoknya yang berjumlah 11 orang, terdiri dari 10 buruh tani perempuan dan satu buruh tani laki-laki.

Sarini mengungkapkan, biasanya dalam satu hari satu orang mendapat sekitar empat sampai lima ember gabah.

“Tergantung seberapa banyak padi yang kami thresher ini,” ucapnya.

Dalam setahun di Kecamatan Pamarayan, musim panen terjadi dua atau tiga kali. Mengingat, kata dia, pertanian di sana masih mengandalkan kondisi cuaca sepenuhnya.

Tak hanya musim panen, ujar Sarini, dari awal bercocok tanam sampai panen mereka biasa mengerjakannya. “Kaya ngerabut (merabut tanaman liar), ngoyos (menyiangi rumput) juga kami biasanya diupah sama pemilik sawahnya, itu setengah hari Rp 20 ribu,” terangnya.

Buruh tani perempuan lainnya, Marsinah (47) mengaku terpaksa menjadi buruh tani, karena kata dia, apabila tidak ikut bekerja di sawah, ia tidak mendapat penghasilan apa-apa.

“Kami mah cuma buruh, enggak punya sawah, pengin punya beras ya harus ikut membantu pemilik sawah ini,” jelasnya.

Apabila sudah selesai memanen, kata Marsinah, kelompoknya akan pindah ke tempat atau sawah lain yang akan dipanen begitu seterusnya.

“Kami kaya gini juga demi anak cucu di rumah, pengin punya beras biar bisa makan,” ucapnya.

Sementara itu, Syahrini (26) mengaku ikut dengan para buruh tani perempuan karena di rumah tidak ada yang dikerjakan.

“Anak saya sekolah kalau pagi sampai siang. Jadi saya ikut saja sama mereka biar punya beras juga daripada di rumah enggak ngapa-ngapain,” ujarnya.

Namun Syahrini cukup beruntung karena masih memiliki suami yang menafkahi, daripada Sarini perempuan yang ditinggal pergi sang suami tanpa alasan apa pun, dan Marsinah janda tua yang harus bekerja sendiri. (Anton Sutompul/[email protected]).

Tags: kabupaten serang
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Bank Banten Jalin Kerja Sama dengan Garuda Indonesia

Next Post

Blangko KTP-El di Kota Serang Kembali Kritis

Next Post
KTP

Blangko KTP-El di Kota Serang Kembali Kritis

Prakiraan Cuaca Banten Sabtu 31 Oktober, Tujuh Wilayah Berpotensi Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Banten Sabtu 31 Oktober, Tujuh Wilayah Berpotensi Hujan Ringan

Sabtu, 31 Oktober 2026 07:36
Polda Banten Imbau The Jakmania Tak Datang ke BIS Saat Persija Hadapi Dewa United

Polda Banten Imbau The Jakmania Tak Datang ke BIS Saat Persija Hadapi Dewa United

Sabtu, 31 Oktober 2026 07:43
Operasi Patuh Maung 2026 Cilegon

Operasi Patuh Maung 2026 di Cilegon, Sejumlah Pengendara Motor Terjaring Tilang Manual

Kamis, 29 Oktober 2026 15:41
Tutup Usia, Mantan Wakajati Banten Yuliana Sagala Ternyata Mengidap Sakit Ini

Tutup Usia, Mantan Wakajati Banten Yuliana Sagala Ternyata Mengidap Sakit Ini

Rabu, 28 Oktober 2026 11:47
DPW PPP Banten

DPW PPP Banten Apresiasi Keputusan DPP PPP Memberhentikan Agus dan Taj Yasin

Jumat, 30 Oktober 2026 16:52
pembahasan rtrw dan rdtr

Pemkab Lebak Bersama Kementerian ATR Bahas RTRW di Tiga Kecamatan

Jumat, 30 Oktober 2026 20:00
mantan kades merta menang gugatan atas pemkab lebak

PTUN Menangkan Gugatan Mantan Kades Kerta Rikci atas Bupati Lebak, Alkadri Akan Banding

Kamis, 29 Oktober 2026 12:27

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Pengungkapan narkoba di Cilegon

Enam Pengedar Narkoba Ditangkap di Cilegon, Polisi Sita 114 Pil Ekstasi

by Adam Fadillah
Sabtu, 31 Oktober 2026 18:44
0

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Enam orang yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu dan ekstasi ditangkap Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba)...

Panen Raya Padi di Padarincang

Perkuat Ketahanan Pangan, DPP Jagatara dan Petani Muda Panen Raya Padi di Padarincang

by Ahmad Rizal Ramdhani
Sabtu, 31 Oktober 2026 18:37
0

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Dewan Pimpinan Pusat Jaringan Gerakan Tani Mandiri (DPP Jagatara) bersama dengan petani muda melakukan panen raya padi di...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.