SERANG – Perubahan status dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) memberikan dampak signifikan terhadap minat masyarakat untuk kuliah di kampus UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Itu terlihat dari jumlah mahasiswa baru kampus negeri tertua di Banten tersebut.
Pernyataan ini diungkapkan oleh Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Fauzul Iman saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan acara Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten di lapangan utama kampus tersebut.
Dikatakan Fauzul, tahun ini jumlah mahasiswa baru sebanyak 2.617 mahasiswa. Jumlah tersebut lebih banyak dua kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya saat masih berstatus IAIN. “Ini tahun pertama UIN, peluncuran logo pun baru dilakukan,” ujar Fauzul di depan ribuan mahasiswa baru yang mengenakan pakaian hitam putih dan peci warna warni, Kamis (10/8).
Terkait agenda PBAK, dijelaskan Fauzul, agenda ini merupakan instrumen pengenalan hal-hal yang akan dilalui oleh para mahasiswa selama kuliah di kampus yang terletak di Ciceri Kota Serang tersebut.
“Mahasiswa dikasih tahu, kampus seperti apa, prosedurnya seperti apa, metodemya seperti apa, SOP-nya, itu harus didalami. Bagaimana mungkin bisa belajar kalau belum tahu lingkungan ini,” ujar Fauzul setelah sambutan.
Instrumen pengenalan kampus ini pun dibuat agar mahasiswa baru memiliki kesiapan mental sebelum melakukan pembelajaran di kelas. Sehingga saat belajar, mereka tahu lingkungan dan bidang apa yang mereka geluti.
“Dengan mengetahui lingkungan serta bidang, diharapkan ke depannya mahasiswa bisa berkontribusi ke daerah,” ujar Fauzul.
Ketua PBAK 2017 Ridho Rifaldi menjelaskan, jumlah peserta yang mengikuti acara tersebut sebanyak 2.630 mahasiswa. 2.617 merupakan mahasiswa baru, sisanya mahasiswa lama yang belum mengikuti kegiatan yang sebelumnya bernama OPAK tersebut.
“Materi yang disampaikan sesuai SK Dirjen. Yaitu tentang pengenalan perguruan tinggi keagamaan Islam, sistem keuangan, sistem administrasi kampus. Ada juga beberapa materi yang diserahkan ke mahasiswa seperti materi kepribadian dan kebangsaan,” ujar mahasiswa semester sembilan jurusan Komunikasi Penyiaran Islam tersebut.
Mewakili panitia, Ridho berharap, dengan adanya PBAK ini, mahasiswa tidak hanya kritis dalam berpikir, namun juga mengenal bagaimana seluk beluk kampus.
“Tuntutan zaman, mahasiswa harus lebih kritis, sekarang mahasiswa banyak yang apatis. Mudah-mudahan dengan ada acara ini bisa merangsang kembali kebudayaan mahasiswa seperti literasi,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu mahasiwa baru, Nur Ahmad Miftahul Ulum mengungkapkan, sebagai mahasiswa baru, kegiatan tersebut sangat diperlukan agar mahasiswa tahu apa saja yang harus dilakukan. “Biar nanti gak bingung kalau mau urus urusan kuliah,” ujar mahasiswa asal Jakarta yang mengambil jurusan Ilmu Hadis tersebut. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)










