SERANG – Para mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Pontang dan Tirtayasa berinisiatif membuat usaha rumahan berskala Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk menggiatkan kembali tingkat produktifitas usai berhenti menjadi buruh migran di luar negri.
Paguyuban kasih ibu asal Kampung Baru Ciroco, Desa Domas, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang misalnya, memberdayakan ibu-ibu mantan TKI untuk membuat usaha rumahan berupa makanan khas asli Pontang seperti keripik payus, bontot payus, kropcok, kerpik tike, kue batok, kue kering dan masih banyak lagi.
Adalah Subenah, Ketua kelompok Kasih Ibu yang menjadi pionir usaha rumahan khas Domas tersebut. “Jadi purna TKI ini membuat kue di rumah masing-masing, nanti kami kumpulkan, ada 25 orang yang bikin, kami kemas bareng-bareng, terus dijual ke warung-warung,” kata dia yang ikut menghadiri acara Pengukuhan Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM) di Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Kamis (31/8).
Sementara itu, Ketua Pemberdayaan Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM) Desa Lontar Sudrajat mengatakan
Purna-purna TKI diberdayakan untuk meningkatkan geliat wirausaha dan produktifitas masyarakat.
Kata dia, sekitar tiga bulan lalu sebanyak 103 orang dilatih oleh BPN2TKI membuat berbagai macam produk.
“Satu paguyuban ada 25 orang. Membuat produk, budidaya rumput laut dan lainnya,” katanya, Kamis (31/8). (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).










