CIKANDE – Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah merencanakan akan membuka Interchange Cikande pada Januari 2018. Pembukaan jalan simpang susun tol Tangerang-Merak direncanakan bakal dibuka langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.
“Januari itu, Pak Presiden ada kegiatan di sini (Banten-red). Nanti diusahakan pembukaan interchange menjadi salah satu agendanya,” ungkap Tatu yang dikonfirmasi wartawan usai meninjau lokasi pabrik pembuatan mobil asal Tiongkok di Kawasan Modern Cikande Industrial Estate, Kecamatan Cikande, Selasa (28/11).
Saat ini, kata Tatu, pihaknya sedang sibuk mengurus administrasi untuk penyerahan aset interchange kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). “Ada beberapa administrasi yang harus disiapkan. Ini cukup sulit. Tapi, insya Allah, dalam waktu dekat selesai,” yakinnya.
Terkait pembayaran dana cost sharing perusahaan yang belum lunas, Tatu memastikan, proses penagihan oleh tim Pemkab dibantu Himpunan Pengusaha Wilayah Serang Timur (Hipwis) sambil berjalan. Pihaknya terus melakukan upaya agar perusahaan mau menandatangani surat perjanjian pembayaran dana cost sharing tersebut.
“Kita sudah bentuk tim. Di kecamatan yang ada kawasan industrinya juga ada timnya,” ujar politikus Golkar itu.
Tatu mengakui, pihaknya mematok tenggang waktu proses penandatanganan kesepakatan pembayaran dari perusahaan. Namun, ia memastikan proses penandatanganan kesepakatan pembayaran cost sharing interchange bisa secepatnya diselesaikan.
“Di beberapa pertemuan dengan perusahaan juga sering saya sampaikan. Saya juga sudah menyampaikan di Forum CSR (corperate social responsibility-red) perusahaan,” tegasnya.
Menurutnya, kendala yang dihadapi tim penagihan interchange karena kantor pusat perusahaan berada di Jakarta. “Saya sudah minta Pak Sekda (menyebut Plt Sekda Agus Erwana-red) untuk langsung mendatangi kantornya di pusat,” ucapnya.
Sebelumnya, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa menyatakan, penyerahan aset interchange akan dilakukan melalui badan pengelola jalan tol (BPJT) atau PT Marga Mandalasakti (MMS). BPJT, kata Pandji, tinggal menunggu sertifikat pembangunan interchange tersebut. “Sementara, kita masih dalam bentuk SPH (surat pelepasan hak-red). Nanti segera kita urus sertifikatnya,” tukasnya. (Rozak/RBG)











