SERANG – Cuaca ekstrim membuat pesisir pantai Anyer-Cinangka banjir dengan ketinggian 30 sampai 40 centimeter. Penyebab banjir akibat luapan air laut yang masuk ke daratan.
Personel BPBD Kabupaten Serang Sapta membenarkan kejadian ini. Ia mengatakan banjir yang melanda wilayah Anyer dan Cinangka ini masih relatif aman, karena air laut yang masuk baru sebatas pesisir pantai.
“Itu luapan dari air laut. Tidak ada permukiman warga yang terendam. Kalau toilet di Pantai Pasir Putih Jambu, Cinangka itu jaraknya memang sejajar dan dekat bibir pantai,” ujar Sapta melalui pesan pada watshapp, Kamis (30/11).
Sedangkan, kata dia, genangan air yang ada di Jalan Anyer lebih disebabkan oleh tingginya curah hujan hari ini, Kamis (30/11).
“Saat ini info dari rekan-rekan Anyer katanya sudah kondusif,” paparnya.
Menurutnya, luapan air laut yang masuk ke bibir pantai memang diakuinya cukup meningkat daripada tahun-tahun sebelumnya.
Sementara itu, Kepala SAR Banten Heru Amir membenarkan adanya luapan air laut yang masuk daratan atau pesisir pantai hingga jalan raya.
“Memang ada airnya udah ke jalan, tapi masih relatif aman masih bisa dilewatin itu sekitar 20 centimeter,” paparnya melalui sambungan telepon, Kamis (30/11).
Pihaknya terus memonitor dengan tim Balawista. Kata dia, meluapnya air laut tidak sampai masuk ke permukiman warga.
Luapan air laut ke darat pun dibenarkan oleh Humas Balawista Banten Lulu Jamaludin. Dijelaskan Lulu air laut yang bercampur dengan air tawar mulai menggenangi jalan.
Berdasarkan pantauan Balawista air laut meluap di pantai pasir putih jambu Cinangka, sedangkan gelombang besar di kawasa Bandulu Anyar. “Dihantam badai antara laut dan air hujan dari jalan,” kata Lulu menjelaskan.
Melihat kondisi cuaca yang tidak baik, menurut Lulu Balawista mengimbau kepada masyarakat pesisir, pengelola objek wisata terbuka pinggir pantai, dan wisatawan yang berkunjung ke kawasan pesisir pantai Banten demi keselamatan untuk masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan aktifitas diperairan seperti berenang, bermain watersport kecuali peselancar ombak profesional yang didampingi petugas keselamatan.
“Mohon kiranya kepada para pengelola objek wisata dapat selalu memberikan arahan agar berhati-hati memarkirkan kendaraan dikawasan parkir berpepohonan, berhati-hati terhadap pohon tumpang saat berkendara dijalanan, dan berhentilah berkendara saat terjadi angin kencang,” kata Lulu.
Tertanggal hari ini 30 November 2017, Balawista di Banten untuk sementara memasang bendera merah tanda larangan berenang sementara sampai cuaca kembali normal. (Anton & Bayu)










