Menyandang predikat Best Savety Construction dan Best Design pada Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) tentu bukan mobil balap sembarangan. Amtenar, mobil balap listrik buatan mahasiswa komunitas mobil listrik Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS ini mampu mengangkut hingga 6 orang dengan bobot rata-rata 80 kg.
Dilansir dari Jawapos.com, Ketua Electric Vehicle Community, Dahried Wahyu Herlambang Amtenar mengatakan, Amtenar memiliki ukuran panjang 240 cm dan lebarnya 125 cm. Sementara, bobotnya mencapai 240 kg, tanpadriver.
Rangka badan mobil tersusun dari pipa besi berdiameter 4 cm yang di sambung menjadi rangka mobil. Ada juga rangka penunjangnya berupa pipa besi berdiameter 2,5 cm.
Tak hanya soal rangka badan. Amtenar juga menggunakan shock breaker atau peredam kejut dari kendaraan roda dua. Mengusung konsep suspensi independen. Yakni, shock breakerdipasang di tiap sisi roda. Tujuannya, menjaga kestabilan kendaraan saat harus membawa beban berat dan melewati jalanan bergelombang.
Urusan kaki-kaki, Dahried dan timnya mengaplikasikan penggunaan ban mobil jenis Wagon R ukuran ring 13, pipa besi ukuran 2 cm dengan rancangan dan konstruksi atau yang dipasang dengan posisi A arm. Tujuannya sama, yakni untuk memperoleh kestabilan yang sama dengan mobil konvensional.
“Kami terinspirasi dari mobil formula 1,” kata Dahried saat ditemui JawaPos di kampus PENS ITS, Minggu (7/1).
Soal bentuk rancangan mobil, lanjutnya, Amtenar terinspirasi dari mobil Ariel Atom V8. Sport carlansiran Ariel Motor Company asal Inggris. Bedanya, Amtenar dirancang hanya untuk satu penumpang.
Urusan dapur pacu, ada dua buah motor Brushless Direct Current Motor (BLDC) yang terpasang. Masing-masing berkekuatan 1 kilowatt. Sumber tenaganya berupa 4 buah aki 12 volt 45 AH. Sehingga, mampu digeber hingga 60 km per jam dengan daya tempuh mencapai 50 km hingga 60 km.
(HDR/JPC)










