SERANG – Soal harga beras di pasaran, Kepolisian Daerah (Polda) Banten dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten berseberangan.
Dua institusi yang berada dalam satu naungan Satgas Pangan tersebut berbeda pendapat terkait kondisi harga beras di sejumlah pasar di Banten. Polda Banten menganggap harga beras sudah stabil, sedangkan Disperindag mengganggap harga beras semakin mahal alias meroket.
Kabid Humas Polda Banten AKPB Zaenudin menuturkan, sejak pekan kemarin harga beras di pasar-pasar di Banten sudah kembali normal. Hal tersebut diketahui setelah melakukan operasi pasar (OP) dan pendataan.
“Sudah stabil, awalnya memang terjadi kenaikan harga, tapi sejak minggu kemarin sudah stabil,” kata Zaenudin saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, Senin (22/1).
Ada beberapa hal menurut Zaenudin yang membuat harga beras kembali stabil. Diantaranya OP yang dilakukan Satgas Pangan dan adanya isu impor beras yang akan dilakukan pemerintah.
“Karena isu impor beras itu, tengkulak menurunkan harga berasnya,” kata Zaenudin.
Dijelaskan Zaenudin, Satgas Pangan yang terdiri dari unsur kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah langsung bergerak cepat menyikapi melonjaknya harga beras di awal tahun 2018 ini, hingga saat ini harga salah satu kebutuhan pokok tersebut kembali stabil.
Sementara itu sebelumnya, Kepala Disperindag Provinsi Banten Babar Soeharso mengungkapkan, saat ini harga beras di sejumlah pasar di Banten semakin mahal alias meroket. Sebelumnya kenaikan mencapai 20 persen dari harga normal, saat ini kenaikan tersebut mencapai 25 persen.
“Naik terus, sekarang harganya Rp 12.100 untuk beras medium, itu beras yang HET (harga eceran tertinggi) Rp 9.450. Ini dia udah 25 persen kenaikan,” ujar Babar saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (19/1).
OP yang digelar oleh pemerintah dan Bulog menurut Babar bukan sepi minat dari masyarakat, malahan berdasarkan data petugas di lapangan setiap hari di satu lokasi OP paling sedikit satu ton beras terjual.
“Ditambah kita pun jual ke pengecer, kemarin ada 16 ton yang udah dibeli, pengecer rata-rata tujuh ton setiap hari,” papar Babar. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)











