SERANG – Pemprov Banten menargetkan pengerjaan fisik revitalisasi kawasan Banten Lama untuk zona inti sudah mulai digarap pada akhir Maret ini. Selain area masjid, pengerjaan juga akan dilakukan dengan melakukan normalisasi kanal di kawasan cagar budaya tersebut.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Provinsi Banten M Yanuar mengatakan, pihaknya tidak akan menunda proses revitalisasi Banten Lama. Bahkan pihaknya sudah menggelar lelang manajemen konstruksi (MK).
“Pokoknya jangan ditunda lagi, segera dillaksanakan, rakyat sudah banyak menunggu. Sekarang lelang MK dulu, tapi kalau Pak Gubernur (Wahidin Halim-red) pokoknya Maret sudah kelihatan hasilnya,” ujarnya, Minggu (11/3).
Ia mengungkapkan, lelang sendiri ditargekan selesai pada 16 Maret mendatang. Sehingga penegrjaan fisik sudah bisa dilaksanakan pada akhir bulan ini. “Rencana 16 Maret (sudah ada pemenangnya lelang). Berharap 2 minggu sudah bisa langsung (pengerjaan) fisik,” katanya.
Ada beberapa komponen pengerjaan yang akan dilakukan DPRKP pada tahun ini. Diantaranya, revitaliasi selasar Masjid Agung Banten Lama, plaza berserta area parkir hingga penataan pedestrian sekitar Keraton Surosowan.
“Itu juga termasuk pembebasan lahan penunjang wisata. Sekarang kita sudah dapat hasil ukur, targetnya minggu ini BPN (Badan Pertanahan Nasional) sudah ditandatangani. (Dari perhitungan) appraisal langsung bayar. (Untuk alokasi anggaran revitalisasi Banten Lama) kalau yang di DPRKP sekitar Rp100 miliar, Rp72 miliar fisiknya, kemudian untuk pembebasan lahan juga,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penatan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten Hadi Suryadi mengatakan, dalam revitalisasi Banten Lama pihaknya akan menggarap pembenahan akses jalan dan kanal. Saat ini berkasnya sudah diserahkan ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemprov Banten untuk digelar lelang.
“Kalau kita DPUPR hanya segera melelangkan kanal sama jalan, sudah itu saja. Sudah dikirim ke ULP, tinggal ULP kapan mau lelangnya, Pak Gubenrur minta secepatnya. Bulan ini sudah harus action, lelang, pemenang dan kerjakan,” tuturnya.
Sebelumnya diungkapkan Hadi, pembenahan kanal dilakukan karena pemprov ingin mengaktifkan kembali kanal tersebut dengan mengalirkan air laut ke dalam kanal dan kembali dialiri ke laut. Selain kembali ke laut, sirkulasi air juga bisa dialirkan ke Sungai Cibanten sebelum akhirnya kembali juga ke laut. “Nanti kan biar bisa main air di situ,” pungkasnya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)











