PULOMERAK – Jalur mudik di Kota Cilegon menjadi salah satu jalur mudik di Banten yang rawan terjadi kemacetan. Paling parah kemacetan terjadi mulai dari Keluraham Gerem, Kecamatan Grogol, hingga Pelabuhan Merak.
Dari sepanjang Kelurahan Gerem hingga Pelabuhan Merak, titik-titik rawan macet berada di sepanjang Gerem hingga Lingkungan Cikuasa Bawah, pintu Tol Merak hingga jalur Cikuasa Atas, tepatnya di depan Hotel Sony, flyover Merak, dan kantor Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP).
Direktorat Lalu Lintas Polda Banten akan menerjunkan personel terlatih yang tergabung dalam satgas pengurai kemacetan. Petugas yang terdiri atas 30 orang itu akan berada di titik-titik rawan kemacetan saat terjadi lonjakan arus.
Dirlantas Polda Banten Tri Julianto Djati Utomo menjelaskan, satgas pengurai kemacetan sudah melalui serangkaian pelatihan, salah satunya adalah safety riding untuk menyisir jalur mudik dan mengurai kemacetan. “Karena diperlukan petugas yang lincah dan terampil untuk mengurai kemacetan,” ujar Djati, Senin (4/6).
Menurut Djati, satgas dibentuk untuk dikerahkan pada arus mudik dan juga arus libur Lebaran dan cuti bersama. Saat arus mudik, satgas akan dikerahkan di jalur rawan kemacetan. Sementara, saat arus libur Lebaran, satgas ditempatkan dari Kota Cilegon hingga kawasan wisata Anyar, Kabupaten Serang, tepatnya di simpang Teneng.
Selain mengerahkan personel telatih, titik-titik rawan kemacetan dilengkapi dengan CCTV, baik yang dipasang oleh kepolisian maupun intansi lain seperti Dinas Perhubungan, PT Astra Infra Toll Road, dan PT ASDP Indonesia Ferry.
Menurut Djati, CCTV akan terintegrasi ke posko terpadu mudik yang berada di Terminal Terpadu Merak (TTM). Petugas akan lebih mudah mengawasi arus lalu lintas dan mengetahui penyebab kemacetan sehingga bisa lebih mudah mencari solusi untuk mengurai kemacetan.
Terkait pengawalan arus mudik secara umum, menurut Djati, Polda Banten akan mengerahkan 1.775 personel yang disebarkan di seluruh jalur mudik di Banten. Petugas akan dibantu oleh 4 ribu personel gabungan dari TNI, dinas perhubungan, dinas kesehatan, dan lainnya. “Pos pengamanan ada 25, pos gatur ada 125,” katanya.
Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten Herdi Jauhari menjelaskan, untuk mengatasi kemacetan, Dishub telah menyiapkan sejumlah kantong parkir di Pelabuhan Merak. Jika kantong parkir itu sudah tidak bisa tertampung, kantong parkir selanjutnya adalah jalur Cikuasa Atas. “Kalau masih tidak cukup jalur tol sepanjang Cilegon Barat hingga Gerem akan jadi kantong parkir,” ujar Herdi.
Herdi mengimbau pemudik untuk melakukan perjalanan pada siang hari. Soalnya, setiap tahun lonjakan pemudik selalu terjadi pada malam hari. “Malam sampai subuh macet, pas siangnya sudah enggak, biasanya begitu,” kata Herdi.
Terkait personel yang dikerahkan, khusus di jalur Serang hingga Merak, ada sekitar 280 personel dari Dishub Provinsi Banten. Jumlah itu akan dibantu oleh personel dari Dishub Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon. (Bayu M/RBG)










