SERANG – Sekda Banten Ranta Soeharta sudah resmi menjadi bakal caleg DPR RI, karena sudah didaftarkan DPP Partai NasDem ke KPU RI pada Senin (16/7). Namun hingga kemarin, Gubernur Banten Wahidin Halim masih merahasiakan sosok pengganti Ranta sebagai Plt sekda yang telah ditunjuknya.
Kendati begitu, Wahidin sudah memastikan bahwa Plt sekda akan diisi oleh salah satu dari Asisten Daerah (Asda) yang selama ini setia membantunya. “Penunjukkan Plt sekda sepenuhnya hak prerogatif Gubernur. Secepatnya akan diisi oleh orang yang tepat, tunggu aja nanti juga segera diumumkan ke publik,” ujar Wahidin usai membuka Lomba Parade Cinta Tanah Air (PCTA) 2018 Tingkat Provinsi Banten di Ballroom Hotel Le Dian, Rabu (18/7).
Dari tiga Asda Pemprov Banten, nama Asda II (Ino S Rawita) sudah santer dibicarakan sebagai Plt sekda oleh pejabat di lingkungan Pemprov Banten. Ino dianggap lebih siap menjalankan tugas sebagai Plt sekda dibandingkan Asda I (Anwar Mas’ud) maupun Asda III (Samsir). “Pokoknya salah satu dari Asda saat ini. Tidak ada pilihan lain,” ungkap Wahidin merahasiakan pilihannya.
Setali tiga uang, Ino S Rawita saat dikonfirmasi wartawan juga mengaku masih menunggu keputusan resmi gubernur terkait penunjukkan Plt sekda. “Tunggu aja ya, belum turun SK-nya,” kata Ino.
Ia menambahkan, sebagai ASN tentu siapa pun yang ditunjuk gubernur sebagai Plt sekda harus siap. “Yang pasti hari ini (kemarin) Pak Ranta masih menjadi Sekda. Tadi juga masih ngantor beliau,” tutur Ino.
Pantauan Radar Banten di KP3B, kemarin sempat beredar informasi terkait pelaksanaan sertijab antara Ranta dan Ino, tapi hal itu pun dibantahnya. “SK tentang Plt sekda saja kemungkinan baru turun minggu depan, waduh enggak ada itu sertijab,” jelas Ino.
Ino sendiri kemarin justru sibuk mendampingi Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy meninjau kawasan Banten Lama yang tengah direvitalisasi oleh Pemprov Banten. Terkait Plt sekda pengganti dirinya, Ranta mengaku hal itu kewenangan gubernur. “Pak gubernur sudah menyiapkannya, saya sendiri belum tahu siapa,” tuturnya.
Terpisah, Partai NasDem yang mengusung Ranta menjadi caleg DPR RI di dapil Banten dua (Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon) tidak mau ikut campur urusan pengganti Ranta di internal Pemprov Banten. NasDem menyerahkan sepenuhnya pada Gubernur Banten.
Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPP Partai NasDem, Willy Aditya mengatakan, NasDem mendorong agar gubernur secepatnya menunjuk Plt Sekda Banten, sehingga Ranta Soeharta bisa fokus dengan pencalegannya. Menurutnya, Ranta sudah mendapat proyeksi khusus dari Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh meskipun SK pensiun Ranta sebagai ASN belum dikeluarkan Kemendagri. “Pak Ranta telah dipanggil Pak Surya Paloh. Saya sendiri yang mendampingi, beliau (Ranta) mendapat pesan istimewa, proyeksi khusus dari Ketua Umum NasDem,” kata Willy Aditya kepada wartawan, kemarin.
Meski tidak mengungkapkan tentang proyeksi khusus untuk Ranta dari Surya Paloh tersebut, tetapi Willy mengisyaratkan bahwa Ranta masuk daftar proyeksi calon menteri. “Gambarannya kira-kira seperti Bu Siti Nurbaya (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan), beliau dari birokrat juga awalnya,” kata Willy.
Partai NasDem mengaku kepincut dengan track record Ranta. Sebagai pejabat publik, Ranta juga memiliki tingkat elektoral yang baik. Namun, saat ini, Partai NasDem sedang mempersiapkan Ranta menjadi calon legislatif (caleg) DPR RI daerah pemilihan (dapil) Banten II. “Kami sudah mendaftarkan Pak Ranta ke KPU, caleg dapil Banten II. Sudah, sudah lengkap. Insya Allah, NasDem menyiapkan beliau jadi wakil masyarakat Banten di Senayan,” kata Willy.
Dia optimistis Ranta mampu merebut kursi DPR RI dari dapil Banten II. Dari hasil survei, Ranta memiliki tingkat elektoral yang tinggi sebagai pejabat publik. “Beliau punya elektabilitas dan popularitas yang cukup tinggi. Sebagai birokrat, track record pak Ranta juga sangat baik. Beliau punya kapasitas, visioner, punya konsep yang jelas,” ujarnya. (Deni S/RBG)









