Serbuan ojek online di zaman milenial saat ini ternyata tak membuat komunitas ojek pangkalan Star-Jek mati suri.
MULYADI – CURUG
HAL itu dibuktikan dengan semakin solid dan berkembangnya jumlah anggota. Komunitas ojek pangkalan yang berdiri sejak tahun 2016 lalu itu saat ini sudah memiliki anggota sekitar 400 orang yang beroperasi di 12 pangkalan di wilayah Curug.
Dewan Pembina Paguyuban Star-Jek Rispanel Arya mengatakan, pihaknya tak memungkiri kehebatan teknologi yang kian masif dan berubah saat ini. Untuk itu, seluruh anggota Star-Jek tak boleh takut dan menutup diri dari perkembangan teknologi tersebut, akan tetapi justru harus menguasai. ”Untuk itu kami berencana ke depan untuk membuat aplikasi online internal dan bersifat lokal. Aplikasi tersebut bernama Star-Jek, dan kami masih membahas di dalam paguyuban,” kata Arya, Selasa (25/9).
Dia mengklaim, pengguna ojek pangkalan masih bertahan. Pasar konsumennya menurutnya berbeda dengan ojek online. Hal itu dikarenakan Star-Jek lebih mengenal medan di wilayahnya. ”Poin plus ini yang kerap dicari para pengguna ojek pangkalan ini. Kalau ojek online belum tentu menguasai medan yang ada di dekat sini. Ini yang menjadi kelebihan kami dan masih eksis hingga sekarang,” terangnya.
Dia menuturkan, awal komunitas ini dibentuk untuk membantu aparat TNI dan Polri dalam menjaga Kamtibmas. Bahkan Star-Jek juga diminta untuk menjadi pelopor tertib dalam berlalu lintas. Bahkan 400 anggota Star-Jek dalam beroperasi harian juga selalu berkampanye dan mengutamakan safety dalam berkendara dengan mendapatkan pembinaan dari Polsek Curug. Mereka selalu menggunakan helm dan apparel keamanan dalam berkendara, termasuk kepada para penumpangnya. (Mulyadi/RBG)










