CILEGON – Dua hari tanpa kabar, Gito Santoso (42) ditemukan tewas di kamar kosnya di Jalan Arjuna, Kaveling Blok J, Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon. Pria yang merupakan karyawan PT Sentra Usahatama Jaya (SUJ) ditemukan tewas pada Sabtu (29/9), oleh rekan kerjanya dan sejumlah warga.
Penemuan jasad Gito berawal dari tidak adanya kabar Gito sejak Kamis (27/9). Rekan kerja Gito, Budi Santoso menuturkan, sejak hari itu, karyawan yang bekerja di pabrik yang berlokasi di Kecamatan Ciwandan itu tidak masuk kerja tanpa keterangan apa pun.
Budi yang penasaran terhadap rekannya itu mencoba menghubungi melalui sambungan telepon seluler. Namun, upaya itu gagal. Telepon Budi tidak kunjung mendapat respons dari Gito. “Enggak cuti, enggak juga izin, tapi enggak masuk sudah dua hari,” ujar Budi kepada wartawan.
Rasa penasaran Budi berubah menjadi gelisah setelah tidak kunjung mendapatkan kabar melalui sambungan telepon. Budi pun memutuskan untuk mendatangi tempat kos Gito di Kaveling Blok J pada Sabtu (29/9) sekira pukul 19.00 WIB.
Tiba di kamar kos Gito, Budi mendapati kamar kos dalam kondisi terkunci dan gelap. Curiga dengan keadaan tersebut, Budi pun mengajak sejumlah warga untuk mendobrak pintu kamar kos Gito. Setelah pintu berhasil didobrak, pada saat itulah Budi dan warga menemukan Gito tergeletak di bawah kasur dalam keadaan tidak bernyawa. “Tubuhnya membiru,” ujar Budi.
Mengetahui hal itu, Budi pun memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Untuk proses selanjutnya, Budi mengaku menyerahkan sepenuhnya ke aparat kepolisian. “Saya terakhir ketemu dia minggu lalu, di sini tinggal sendiri,” ujarnya.
Dikonfirmasi secara terpisah, Kapolsek Cilegon Kompol Suradi mengungkapkan, setelah mendapatkan laporan dari warga, personel Polsek Cilegon langsung mendatangi lokasi kejadian. Berdasarkan keterangan, korban ditemukan dalam keadaan terlentang.
Korban yang diketahui warga Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, itu pun langsung dibawa ke RSUD dr Dradjat Prawiranegara di Kota Serang untuk dilakukan identifikasi. Hasilnya, tidak ada unsur kekerasan pada tubuh Gito. Dilihat dari data riwayat, Gito mempunyai riwayat penyakit. “Jenazah sudah diambil pihak keluarga,” ujarnya. (Bayu M/RBG)










