SERANG – Meskipun sejumlah pejabat eselon III Pemkot Serang harus kecewa lantaran rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) membatalkan open bidding atau lelang terbuka di Pemkot Serang, tapi di sisi lain mereka juga bersyukur. Lantaran seleksi yang mereka ikuti dinilai sudah ‘diatur’ terlebih dahulu.
Salah satu pejabat yang enggan disebutkan namanya mengaku bersyukur atas pembatalan open bidding tersebut. “Baguslah dibatalin karena nama saya gak dijagokan,” ujarnya tersenyum, Rabu (3/10).
Awalnya ia mengaku bersemangat mengikuti open bidding tersebut. Namun, begitu di perjalanan dan mulai bermunculan nama-nama yang dijagokan ia menjadi pesimis.
“Dan ternyata benar. Akhirnya KASN membatalkan. Syukurlah. Dan mudah-mudahan yang selanjutnya fair karena sudah ada wanti-wanti dari KASN,” tandasnya.
Walikota Serang terpilih Syafrudin mengatakan, dengan pembatalan open bidding yang sekarang, maka ke depan dilaksanakan sesuai aturan dan prosedur yang benar. Ia memaklumi proses open bidding kemarin dibatalkan karena sedang masa transisi kepemimpinan. “Tentu itu bukan kesalahan yang disengaja,” tuturnya.
Kata dia, dengan waktu yang terburu-buru, ada saja yang tertinggal. Hal ini harus menjadi pembelajaran ke depan agar tak terjadi lagi. Namun, sebelum melaksanakan open bidding tahun depan, Syafrudin mengaku akan ada rotasi jabatan terlebih dahulu. Dengan begitu, jabatan yang kosong saat ini belum tentu sama dengan kondisi tahun depan.
Namun, tak hanya tujuh jabatan yang akan dilelang, tahun depan lelang terbuka jabatan kosong sebanyak delapan orang. Lantaran per 1 Oktober lalu, jabatan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang kosong setelah Syamsuri pensiun. Diketahui, tujuh lainnya yakni Asda III, Kepala DLH, Kepala DP3AKB, Kepala Disporapar, Kepala Diskominfo, dan dua Staf Ahli Walikota.
Ia mengatakan, mengingat waktu hingga akhir tahun sempit, maka open bidding kemungkinan akan dilakukan tahun depan. “Supaya tidak tergesa-gesa. Sekalian Dinsos, jadinya langsung delapan orang,” ujar Syafrudin.
Wakil Walikota Serang terpilih Subadri Usuludin berkeinginan Penjabat Walikota Serang Ade Ariyanto melakukan reformasi birokrasi. “Karena itu kebutuhan,” ujarnya.
Kata dia, rotasi itu dapat mengisi jabatan yang saat ini kosong. Apalagi, ada juga eselon II yang belum diberdayakan yakni Staf Ahli Walikota,” tuturnya. Kata dia, apabila Penjabat Walikota sudah melakukan rotasi, maka ketika ia dan Syafrudin dilantik, maka bisa langsung menjalankan program yang sudah direncanakan.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Serang Yoyo Wicahyono mengatakan, sudah mengusulkan anggaran untuk open bidding di Rancangan APBD Perubahan nanti. Hanya saja, anggaran yang diusulkan itu hanya untuk open bidding satu jabatan saja yakni Kepala Dinsos. “Tapi itu juga belum tentu dialokasikan karena saat pembahasan dengan DPRD, ada yang setuju ada juga yang tidak,” tuturnya.
Kata dia, usulan saat itu dilakukan karena pihaknya belum mengetahui rekomendasi KASN terkait pembatalan. “Kami berasumsi open bidding berjalan lancar,” ujar Yoyo.
Untuk itu, tambahnya, pelaksanaan open bidding kemarin menjadi pembelajaran. Tahun depan, pihaknya sudah mengusulkan anggaran untuk asesmen bagi para pejabat eselon III sebagai gambaran bagi pejabat pembina kepegawaian. Dengan pembatalan open bidding yang salah satunya disebabkan adanya asesmen yang masa berlakunya habis dan lembaga asesmen yang berbeda, maka tahun depan para pejabat yang akan mengikuti open bidding akan diasesmen kembali. “Kalau anggaran memungkinkan, tahun depan seluruh pejabat eselon III akan diasesmen,” tutur Yoyo. (Rostinah/RBG)









