SERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang memprediksi, mulai November hingga Februari 2019 memasuki musim hujan. BPBD mengimbau warga agar waspada terjadinya banjir dan longsor. Khususnya wilayah perbukitan yang rawan terjadinya bencana longsor.
Operator Pusat Pengendalian dan Operasional BPBD Kabupaten Serang Jhoni Effendi Wangga mengatakan, bencana banjir berpotensi terjadi hampir di semua wilayah di Kabupaten Serang. Khusus longsor terjadi di wilayah perbukitan seperti Kecamatan Mancak, Padarincang, dan Ciomas. Menurut Jhoni, bencana longsor terjadi akibat ulah oknum yang menebang pohon sembarangan.
“Yang rawan longsor itu di Mancak karena wilayah perbukitan. Di Mancak ini banyak wilayah hutan lindung. Kalau hutannya gundul, otomatis longsor,” ujar Jhoni kepada Radar Banten melalui sambungan telepon seluler, Minggu (4/11).
Jhoni juga mengungkapkan, wilayah yang sering terjadi banjir di Kabupaten Serang, yakni bagian barat di antaranya Kecamatan Anyar, Cinangka, Bojonegara, Puloampel, dan Padarincang. Di bagian utara, sering terjadi di Kecamatan Pontang.
“Belajar dari pengalaman musim hujan sebelumnya, hampir semua wilayah berpotensi banjir. Di wilayah timur dan selatan juga rawan,” tukasnya.
Menurut Jhoni, banjir disebabkan beralihnya pemanfaatan beberapa lokasi. Ia mencontohkan, banyaknya bangunan yang menutupi saluran drainase sehingga aliran air tersendat. Faktor lainnya, banyak sampah yang dibuang sembarangan. “Faktor utamanya, pasti intensitas hujan tinggi,” katanya.
Terkait itu, Camat Mancak Marfudin membenarkan, sebagian besar wilayahnya rawan bencana longsor dipicu kontur tanah yang gembur selain wilayah perbukitan dan tidak dilengkapi tembok penahan tanah (TPT). Marfudin mengaku, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi (rakor) bersama Pemkab Serang untuk mengatasi penanganan dini bencana di Kecamatan Mancak. Rapat juga melibatkan tiga kepala desa yang wilayahnya rawan longsor, yakni Desa Cikedung, Balaikencana, dan Ciwarna. “Saya mengimbau warga untuk selalu berhati-hati dan menjaga lingkungannya masing-masing,” imbaunya. (Rozak/RBG)










