SERANG – Ar (17), pelajar asal Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, diamankan polisi lantaran meminta sumbangan kepada warung-warung di Kragilan, Senin (5/10). Ar meminta sumbangan untuk korban gempa tsunami di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, tetapi mengenakan seragam loreng khas militer.
Ar diamankan polisi sekira pukul 10.30 WIB. Ar mendatangi kantor Mapolsek Kragilan. Dia meminta bantuan polisi untuk diantarkan pulang ke rumahnya. Curiga, polisi menginterograsi Ar. “Dia datang ke polsek. Minta diantar pulang karena bawa uang sumbangan Rp750 ribu. Karena curiga, kita tanya-tanya,” kata Kapolsek Kragilan Komisaris Polisi (Kompol) Andi Firmansyah dihubungi Radar Banten.
Ar dicurigai sebagai oknum TNI gadungan. Sebab, seragam yang dikenakan mirip dengan seragam TNI. “Pakaiannya memang loreng, cuma tidak atribut TNI yang menempel,” kata Andi.
Untuk memastikan, polisi telah mengundang anggota Koramil 0219 Kragilan. Ditambah, kardus yang digunakan Ar meminta sumbangan tertulis Saka Wira Kartika Yonif 320 BP. “Ini hari kedua (kemarin-red). Sabtu minta sumbangan ke perusahaan-perusahan. Kalau pakai seragam (loreng-red), orang mau kasih,” beber Andi.
Andi menuturkan, saat meminta sumbangan, Ar tidak mengakui dirinya sebagai prajurit TNI. “Dia tidak pernah mengaku TNI. Sekarang didampingi orangtuanya dibawa ke Korem,” kata Andi.
Dikatakan Andi, meminta sumbangan kepada warga dilaksanakan dan atas insiatif Ar sendiri. Ar berencana untuk mendonasikan uang tersebut bagi korban gempa tsunami di Donggala dan Palu. “Dia ini termasuk pelajar berprestasi terutama di bidang sejarah. Saya dapat informasi itu dari kepala sekolahnya,” kata Andi.
Sementara itu, Kapolres Serang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Indra Gunawan mengatakan, remaja tersebut sedang dimintai keterangan di Korem 064 Maulana Yusuf (MY). “Sekarang sudah di korem,” ucap Indra. (Merwanda/RBG)









