SERANG – Maraknya kampanye hitam dan berita bohong atau hoax, diharapkan tidak mencederai proses demokrasi menjelang Pemilu 2019. Komunitas Jokowi Ma’ruf Amin (J-MA) Tangerang Raya bergerak untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dengan memasang spanduk di sejumlah titik. Spanduk tersebut bertuliskan ‘Stop Kampanye Hitam dan Hoax’.
Koordinator Komunitas J-MA Tangerang Raya, Muhammad Tohirudin menyatakan, sejatinya pemilu harus berjalan aman dan damai. Jangan sampai bentuk-bentuk kampanye hitam dan penyebaran hoax merusak tatanan berdemokrasi.
“Kampanye hitam dan hoax sangat tidak dibenarkan pada demokrasi. Harusnya elit menjadi garda terdepan untuk dapat mengedukasi publik. Mereka harusnya bisa menggenapkan demokrasi Pancasila yang kita anut,” ujarnya kepada Radar Banten, Kamis (17/1) tadi malam.
Menurutnya, pesan-pesan moral terkait pemilu damai pesta demokrasi menjadi penting untuk terus digaungkan. “Kita perlu merawat demokrasi dan melawan hal-hal (kampanye hitam dan hoax-red) itu agar demokrasi berjalan sesuai dengan rule-nya. Perbedaan itu merupakan satu keniscayaan, cuma persoalannya cara-cara politik keluar dari etika politik. Itu yang pada akhirnya kita atas nama Komunitas J-MA perlu melakukan sesuatu,” paparnya.
Pihaknya berharap, dengan upaya mengingatkan melalui spanduk, paling tidak publik dan elite partai bisa bersama-sama membawa pesta demokrasi pada sebuah keadaban. “Dengan begitu tidak ada saling menjatuhkan, tidak ada pihak-pihak lain yang dirugikan dengan hoax,” katanya. (Adit/Ira)








