slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Sosial Budaya

Jejak Serang Ibukota Residen Banten: Antara Saung Sawah dan Tepi Sungai

Aas Arbi by Aas Arbi
05-05-2019 10:25:09
in Sosial Budaya
Jejak Serang Ibukota Residen Banten: Antara Saung Sawah dan Tepi Sungai

Lukisan eks gedung Residen Banten akhir abad ke-18. Lukisan itu memperlihatkan aktivitas di Serang masa lalu.

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Sejak era Banten Girang hingga Kesultanan, pusat kekuasaan selalu di tepi sungai. Tak terkecuali masa Residen Banten yang menempatkan pusat pemerintahannya di tepi sungai.

Monumen Perjuangan 45 Masyarakat Banten berdiri membelah Alun-alun barat dan timur Kota Serang. Tugu diresmikan Gubernur KDH TK I Jawa Barat H A Kunaefi pada 24 September 1980.

Baca Juga :

Mengenal Asal Usul Gelar Bangsawan Kesultanan Banten, ‘Tubagus’ Ternyata Punya Makna Ini

Babat Banten Ungkap Kelahiran Peradaban Islam di Tanah Jawara

Komunitas Menapak Banten Gelar Walking Tour Menjelajah Sejarah Banten

Enam Destinasi Sejarah di Kompleks Banten Lama, Kota Kuno Kerajaan Banten

Di atas tugu itulah, dulu terdapat bulakan. Sumber mata air yang banyak dimanfaatkan warga Serang tempo itu. Air dari bulakan juga dimanfaatkan warga untuk keperluan sehari-hari. Tak terkecuali, sumber mengairi hamparan sawah.

Konon, sawah milik Sultan Banten membentang luas. Dari ruas Jalan Veteran hingga ruas Jalan Ahmad Yani. Kawasan yang kini banyak berdiri objek diduga cagar budaya (ODCB) di Ibukota Banten.

Seratus meter ke arah barat dari bulakan, berdiri bangunan dengan delapan tiang penyangga. Gedung Residen Banten namanya. Di seberangnya, berdiri gedung Pendopo Bupati. Juga sekolah khusus orang Eropa, di belakang Pendopo.

Penampakan gedung itu sudah berbeda jauh. Sudah berkali-kali direnovasi. Bahkan, beralih fungsi dari masa ke masa. Kini, dikenal sebagai Museum Negeri Banten.

Pelataran gedung eks Residen Banten masih terhampar luas. Ditumbuhi rumput hijau. Pepohonan rindang masih mengitari gedung. “Gedung Residen itu dulunya saung sawah,” kata Abah Yadi, pegiat sejarah di Forum Klinik Pusaka Banten.

Saung Sawah tempat para pekerja di sawah Sultan beristirahat. Di lokasi itu juga, dulunya ada gudang penyimpanan gabah dan beberapa hasil pertanian lain.

Sungai Cibanten masih tampak dari Saung. Airnya jernih. Warga banyak mendapat manfaat. Sungai pada masa itu menjadi sarana lalu lalang pengiriman logistik antardaerah.

“Seba juga ke lokasi itu,” kata Yadi.

Tak heran, setiap kali digelar Seba banyak warga Baduy memanfaatkan sungai di belakang Residen. Untuk bebersih badan atau sekadar cuci muka. “Pendirian gedung tak lepas dari digunakannya Saung sebagai lokasi Seba,” kata Yadi.

Peneliti Banten Heritage Dadan Sujana kurang sependapat dengan Yadi. Menurutnya, lokasi Seba dahulunya di Surosowan. Hanya saja, ada ritual khusus yang dilakukan masyarakat Baduy di sepanjang Sungai Cibanten.

Tradisi itu sudah ada sejak masa Banten Girang. Bahkan, ada beberapa orang yang secara khusus ke gua di bekas pusat Banten Girang.

Sungai, bagi orang Baduy punya makna penting. Bukan sekadar air, tapi mata air kehidupan yang menyucikan. “Makanya, orang Baduy sangat peduli sungai. Tidak seperti kita,” ujar Dadan.

Dalih itu jadi alasan pemusatan kota di tepi sungai. Sejak masa Banten Girang. Bahkan masa Kesultanan hingga pemerintah kolonial.

Dadan lalu menunjukkan lukisan karya orang Belanda. Lukisan yang memperlihatkan aktivitas di sekitar eks gedung Residen. Perkiraannya, sekira akhir abad ke-18.

Lukisan menampakkan dua pejabat berbincang. Seorang pengawal mengiring memayungi si pejabat. Di tengah perbincangan, dua anak kecil mengulurkan sesuatu kepada si pejabat. Dan, dua orang lainnya, duduk menunggu perbincangan tersebut.

Di sekitaran gedung juga terlihat aktivitas warga lainnya. Tiga orang warga berbincang. Mereka mengenakan celana pendek, tanpa baju di tubuhnya. Satu menutupi badannya dengan sarung. Lengkap dengan topi caping di kepalanya. Tampak pula seseorang melintas, membawa gerobak yang ditarik kerbau. Orang itu membawa hasil pertanian.

Saat Radar Banten memperhatikan lukisan itu, Dadan memperlihatkan gambar di belakang gedung, di tepi sebelah kanan. “Coba perhatikan gambar ini,” ujar Dadan.

Gambar itu semacam tiang besar. Antara tiang bendera dan tiang kapal. Dugaan Dadan, tiang kapal yang melintas Sungai Cibanten. Tepat di belakang gedung. “Jangan lihat Sungai Cibanten sekarang,” katanya tertawa.

Soal dugaan itu pernah menjadi perdebatan. Dadan meyakini, itu tiang kapal. Sementara, lawan bicaranya menyebut sebagai tiang bendera. “Jika benar tiang bendera kenapa di belakang, bukan di depan?” tanyanya. Dugaan Dadan, butuh penelitian lebih lanjut.

Tapi yang pasti, sungai-sungai di Serang butuh normalisasi. Memfungsikannya lagi sebagai penyambung antarwilayah. Sungai bukan sekadar aliran air. Banyak tempat di Banten diambil dari kata Ci yang berarti air. Dan, dari sungai, manusia belajar mencintai alam sekitarnya. (KEN SUPRIYONO)

Tags: berita featurefeatureSejarah Banten
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Nilai Tukar Petani Banten di Bawah Rata-rata Nasional

Next Post

Citra Scholastika Manggung di Terminal Eksekutif Merak

Related Posts

Kesultanan Banten
Khasanah

Mengenal Asal Usul Gelar Bangsawan Kesultanan Banten, ‘Tubagus’ Ternyata Punya Makna Ini

by Moch. Madani Prasetia
Selasa, 14 Oktober 2025 07:09

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Gelar kebangsawanan di Nusantara termasuk Kesultanan Banten bukan sekadar simbol status sosial, melainkan juga bagian dari sistem...

Read moreDetails

Babat Banten Ungkap Kelahiran Peradaban Islam di Tanah Jawara

Komunitas Menapak Banten Gelar Walking Tour Menjelajah Sejarah Banten

Enam Destinasi Sejarah di Kompleks Banten Lama, Kota Kuno Kerajaan Banten

Bukan Cuma Pantai, Ini 7 Destinasi Religi dan Sejarah di Banten yang Sarat Makna dan Identitas

Seru Banget, Gubernur Banten Andra Soni Asuh Anak-anak Keliling Gedung Negara

Segarnya Mata Air Sindangmandi, Dekat Makam Keramat Ranggalawe

Kisah Maulana Hasanuddin di Watu Gilang: Bertapa Sampai Batu Terangkat

PWI Banten Dukung Penyebarluasan Informasi Melalui Kerja Sama dengan Korem 064/Maulana Yusuf

Air Sumur Siti Guru di Pandeglang, Konon Mujarab Buat Awet Muda

Next Post
Citra Scholastika Manggung di Terminal Eksekutif Merak

Citra Scholastika Manggung di Terminal Eksekutif Merak

Prilly Latuconsina Membiasakan Pakai Jilbab

Prilly Latuconsina Membiasakan Pakai Jilbab

Awal Ramadan 1440 Hijriyah Jatuh pada 6 Mei 2019

Awal Ramadan 1440 Hijriyah Jatuh pada 6 Mei 2019

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Jalani Operasi Usus Buntu Pecah, Nurcahya Buktikan Usia Muda Bukan Jaminan Bebas dari Kondisi Gawat Darurat

Jalani Operasi Usus Buntu Pecah, Nurcahya Buktikan Usia Muda Bukan Jaminan Bebas dari Kondisi Gawat Darurat

Kamis, 11 Juni 2026 17:36
Polda Banten Edukasi Masyarakat, Mencegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak 

Polda Banten Edukasi Masyarakat, Mencegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak 

Kamis, 11 Juni 2026 17:23
Gandeng Sekolah, LamiPak dan Frisian Flag Luncurkan Program Pengelolaan Limbah Kemasan Susu MBG

Gandeng Sekolah, LamiPak dan Frisian Flag Luncurkan Program Pengelolaan Limbah Kemasan Susu MBG

Kamis, 11 Juni 2026 17:15
Disway

Disway Top Regional Leader Awards 2026, Mashudi: Apresiasi Kepala Daerah yang Kerja Baik dan Berdampak

Kamis, 11 Juni 2026 17:07
Pemkot Serang Verifikasi Ulang Penerima Insentif Keagamaan

Pemkot Serang Verifikasi Ulang Penerima Insentif Keagamaan

Kamis, 11 Juni 2026 17:06
Memastikan Hak Warga Binaan Terpenuhi, Kemenkum Banten Evaluasi Program Bantuan Hukum

Memastikan Hak Warga Binaan Terpenuhi, Kemenkum Banten Evaluasi Program Bantuan Hukum

Kamis, 11 Juni 2026 16:36
Jalani Operasi Usus Buntu Pecah, Nurcahya Buktikan Usia Muda Bukan Jaminan Bebas dari Kondisi Gawat Darurat

Jalani Operasi Usus Buntu Pecah, Nurcahya Buktikan Usia Muda Bukan Jaminan Bebas dari Kondisi Gawat Darurat

Kamis, 11 Juni 2026 17:36
Polda Banten Edukasi Masyarakat, Mencegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak 

Polda Banten Edukasi Masyarakat, Mencegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak 

Kamis, 11 Juni 2026 17:23
Gandeng Sekolah, LamiPak dan Frisian Flag Luncurkan Program Pengelolaan Limbah Kemasan Susu MBG

Gandeng Sekolah, LamiPak dan Frisian Flag Luncurkan Program Pengelolaan Limbah Kemasan Susu MBG

Kamis, 11 Juni 2026 17:15
Disway

Disway Top Regional Leader Awards 2026, Mashudi: Apresiasi Kepala Daerah yang Kerja Baik dan Berdampak

Kamis, 11 Juni 2026 17:07
Pemkot Serang Verifikasi Ulang Penerima Insentif Keagamaan

Pemkot Serang Verifikasi Ulang Penerima Insentif Keagamaan

Kamis, 11 Juni 2026 17:06
Memastikan Hak Warga Binaan Terpenuhi, Kemenkum Banten Evaluasi Program Bantuan Hukum

Memastikan Hak Warga Binaan Terpenuhi, Kemenkum Banten Evaluasi Program Bantuan Hukum

Kamis, 11 Juni 2026 16:36

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Jalani Operasi Usus Buntu Pecah, Nurcahya Buktikan Usia Muda Bukan Jaminan Bebas dari Kondisi Gawat Darurat

Jalani Operasi Usus Buntu Pecah, Nurcahya Buktikan Usia Muda Bukan Jaminan Bebas dari Kondisi Gawat Darurat

by Bayu Mulyana
Kamis, 11 Juni 2026 17:36

CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID - Siti Nurcahya tidak menyangka jika di usianya yang baru 33 tahun harus mengalami kondisi gawat darurat yang mengharuskan...

Polda Banten Edukasi Masyarakat, Mencegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak 

Polda Banten Edukasi Masyarakat, Mencegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak 

by Fahmi
Kamis, 11 Juni 2026 17:23

Sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak oleh Polda Banten.

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak