SERANG – Pemkot Serang melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop dan UKM) menggelar bazar murah selama Ramadan. Bazar murah untuk memenuhi kebutuhan warga selama Ramadan.
Pekan pertama Ramadan, bazar murah sudah berlangsung tiga kali. Kemarin (9/5), bazar murah digelar di kantor Kelurahan Sepang, Kecamatan Taktakan. Bazar tersebut dilaksanakan untuk menstabilkan harga dan membantu menyalurkan dana corporate social responsibility (CSR) perusahaan di Kota Serang. “Ramadan depan kita akan gandeng PKL,” kata Syafrudin.
“Saat ini kita ada kurang lebih delapan perusahaan yang ikut dengan kita. Ke depan kita harapkan perusahaan ini bisa menyubsidi,” kata Walikota Syafrudin di sela-sela bazar di Kelurahan Sepang.
Bazar murah itu menyediakan 500 paket. Per paket sembako dijual dengan harga Rp10.000 pada warga yang sudah lebih dahulu mendapatkan kupon. Satu paket sembako berisi beras, minyak, gula, terigu, sirop, dan mi instan.
“Biasanya kalau di pasaran dijual Rp115 ribu,” ujar Syafrudin.
Menurutnya, bazar murah sebagai bentuk subsidi membantu masyarakat yang tidak mampu untuk membeli sembako. Selain itu, sebagai langkah menekan harga sembako yang kerap naik saat Ramadan hingga Idul Fitri. “Kebetulan bulan puasa ini harga sembako agak naik,” kata Syafrudin.
Adanya paket sembako ini, ucap Syafrudin, agar harga kebutuhan sembako di Kota Serang bisa stabil. Ke depan, jumlah paket akan dinaikkan sesuai dengan kemampuan APBD Kota Serang. “Mudah-mudahan tahun depan bisa naik menjadi 1.000 paket,” katanya. Ke depan, bazar murah akan menggandeng pedagang kaki lima (PKL).
Kepala Disperindagkop dan UKM Kota Serang Yoyo Wicahyono mengatakan, permintaan Walikota Serang agar bazar murah menggandeng PKL akan segera ditindaklajuti. Hanya saja tidak bisa diterapkan pada Ramadan kali ini.
Yoyo mengatakan, sudah melakukan penjajakan dengan PKL, akan tetapi masih terkendala tempat. “Kesulitannya di tempat, mereka juga saat ini ingin melaksanakan bazar Ramadan, tapi tempatnya tidak ada,” katanya.
Namun, pada Ramadan tahun depan, lanjut Yoyo, perencanaannya akan lebih dimatangkan. “Ke depan kita gandeng, karena ini sebagai langkah pemberdayaan PKL,” ujar Yoyo. (ken/alt/ira)











