SERANG – Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mengisyaratkan berkoalisi dengan Partai Golkar pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 Kabupaten Serang. Hal itu terlihat saat pembentukan fraksi DPRD Kabupaten Serang kemarin, kedua partai itu memilih bergabung dengan Fraksi Golkar.
Sekadar diketahui, empat partai politik (parpol) di Kabupaten Serang berdasarkan hasil pemilihan legislatif (pileg) tidak bisa membentuk fraksi utuh karena perolehan suara yang kurang dari empat kursi. Meliputi Partai NasDem dua kursi, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dua kursi, Partai Bulan Bintang (PBB) dua kursi, dan Partai Hanura satu kursi.
Anggota DPRD Kabupaten Serang dari Partai Hanura Zaenal Abidin mengatakan, partainya memilih bergabung dengan Partai Golkar pada pembentukan fraksi DPRD dengan nama Fraksi Golkar. “Iya (gabung dengan Golkar), itu keputusan partai. Dan menurut saya bagus juga,” ungkapnya kepada Radar Banten melalui sambungan telepon seluler, Rabu (4/9).
Ditegaskan akademisi Universitas Banten Jaya (Unbaja) itu, bergabungnya Partai Hanura dengan Partai Golkar pada pembentukan fraksi DPRD murni keputusan partai. Menurutnya, keputusan itu tak jauh dari koalisi yang sudah terjalin pada Pilpres 2019. “Kalau dengan Golkar kan sama-sama 01 (merujuk ke pasangan Jokowi-Maruf-red), oranye (warna lambang hanura-red) kan lebih cocok dengan kuning,” katanya.
Zaenal tidak menyangkal, jika pembentukan fraksi menjadi salah satu isyarat berkoalisi pada Pilkada 2020 Kabupaten Serang. “Kalau saya sih setuju saja (koalisi dengan Golkar-red). Saya rasa lebih gampang komunikasinya kalau kita ada di dalam (satu fraksi-red),” jelasnya.
Senada disampaikan Sekretaris Partai NasDem Kabupaten Serang Yayan Sofyan. Partainya merapat ke Partai Golkar pada pembentukan fraksi DPRD. “Iya (Bergabung dengan Fraksi Golkar-red), bismillah dengan Golkar,” ucapnya.
Dijelaskan Yayan, alasan memilih bergabung dengan Partai Golkar karena dinilai memiliki visi dan misi yang sama. Disinggung soal koalisi untuk mengusung calon petahana bersama Golkar pada Pilkada, Yayan belum menentukan sikap. “Kita belum ke arah sana (Pilkada). Kalau koalisi, semuanya juga ada kemungkinan termasuk dengan petahana,” kelitnya. (jek/zai/ags)








