LEBAK – Pelaksanaan Festival Seni Multatuli (FSM) 2019 resmi ditutup Bupati Iti Octavia Jayabaya, Minggu (15/9) malam. Alhasil, acara yang digelar selama tujuh hari itu mampu menyedot 30 ribu orang wisatawan datang ke Lebak.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lebak Wawan Ruswandi mengaku FSM 2019 mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dibandingkan tahun 2018.
Tahun lalu, target kunjungan wisatawan sebanyak 20 ribu orang dan terlampaui menjadi 25 ribu orang. Tahun ini, jumlah wisatawan ditarget sebanyak 25 ribu orang dan hingga malam penutupan mencapai 30 ribu orang lebih.
“Alhamdulillah target kunjungan wisatawan ke FSM 2019 melampaui target yang kita tetapkan. Data terakhir yang kita terima, wisatawan yang berkunjung sejak hari pertama festival hingga hari terakhir lebih dari 30 ribu orang,” kata Wawan Ruswandi kepada Radar Banten, kemarin.
Namun, Wawan tidak merinci jumlah wisatawan lokal, nasional, dan internasional. Akan tetapi, dia memastikan, FSM 2019 dikunjungi wisatawan dari beberapa negara di dunia.
Tujuan kedatangan mereka, selain ingin melihat langsung Museum Multatuli, juga untuk mengikuti rangkaian kegiatan telusur jejak Multatuli. Termasuk untuk menyaksikan pementasan seni tradisi, karnaval kerbau dan simposium sejarah.
“Tahun depan, kita harapkan pengunjung yang datang ke Lebak lebih banyak lagi. Apalagi sekarang sudah ada kereta rel listrik dari Jakarta dan Tol Serang-Panimbang yang akan dioperasikan tahun 2020,” katanya.
Wawan mengaku, banyaknya wisatawan yang berkunjung telah memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat.
Selama FSM berlangsung, lanjutnya, hotel di wilayah Rangkasbitung dipenuhi para wisatawan. Bahkan, rumah makan dan pelaku usaha kecil menengah (UKM) ikut mendapatkan berkah dari kegiatan festival tahunan tersebut.
“Kehadiran wisatawan ke Lebak otomatis akan menggerakan perekonomian masyarakat. Karenanya, kita akan gelar kegiatan ini secara rutin. Walaupun, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) hanya menjalin kerja sama melaksanakan FSM selama tiga tahun, dari 2018-2020,” katanya.
Sementara itu, Bupati Iti Octavia Jayabaya mengapresiasi suksesnya pelaksanaan FSM 2019. Terlebih, dengan dilibatkannya komunitas seni dan budaya dalam event tahunan tersebut. “Saya berharap tahun depan FSM akan lebih gebyar lagi. Apalagi, FSM 2020 bertepatan dengan 200 tahun Multatuli,” harapnya.
Iti meminta kepada semua elemen masyarakat untuk mendukung program pembangunan yang dilaksanakan Pemkab.
“Festival ini harus dimanfaatkan pelaku seni budaya untuk menunjukkan kualitasnya. Saya ingin pelaku seni dan budaya lokal dapat terus mengasah kemampuannya sehingga mereka mampu bersaing di tingkat nasional,” katanya. (tur/zis)








