LEBAK – Warga korban banjir bandang dan longsor yang tersebar di enam kecamatan, Kabupaten Lebak, masih bertahan di posko-posko pengungsian. Mereka masih trauma dengan bencana yang terjadi pada 1 Januari 2020 itu.
Mereka mengungsi di lembaga-lembaga pendidikan, tempat ibadah, kantor desa, dan beberapa posko yang didirikan pemerintah. Sebagian besar tempat pengungsian minim fasilitas penting seperti listrik dan air bersih. Misalnya di tempat pengungsian di Kampung Somang, Desa Sukarame, Kecamatan Sajira.
Pengungsi yang masih bertahan di bangunan sekolah itu terisolasi lantaran jembatan penghubung ke pusat kecamatan putus. “Masih ada ribuan warga di sana yang bertahan, sulit dievakuasi, kami relawan ke sana menggunakan perahu karet, berjibaku dengan debit air sungai yang masih deras,” kata Ucu Jahroni, relawan sekaligus warga setempat ditemui di kantor Kecamatan Sajira, Kamis (2/1/2020).
Ucu mengatakan, kondisi di pengungsian Kampung Somang sangat memprihatinkan, tidak ada listrik dan air bersih. Kata dia, bantuan juga belum banyak mengalir karena terkendala akses jalan yang sulit ditembus.
Untuk memudahkan pendistribusian bantuan, kata dia, disarankan untuk mengirim bantuan berupa makanan matang atau yang siap saji saja. “Kalau bahan mentah juga percuma, tidak bisa dimasak, tidak ada air bersih dan juga listrik,” kata dia.
Sementara di posko pengungsian terpadu di Gedung PGRI, Kecamatan Sajira, para korban membutuhkan baju bersih, selimut, matras, peralatan bayi, dan juga peralatan mandi. “Para pengungsi di posko paling butuh pakaian layak pakai, karena banyak baju mereka yang hanyut. Terus obat gatal, obat mag karena kan mereka pada telat makan. Juga butuh selimut, tikar,” kata Kepala Tagana Lebak, Iwan Hermansyah.
Meski begitu, Iwan menyebut Tagana bersama instansi lain sudah memaksimalkan penanganan korban banjir dengan membuat posko pengungsian hingga dapur umum bagi para pengungsi. Untuk membantu para korban terdampak, pihaknya menurunkan 100 personel yang tersebar di berbagai daerah di Lebak. Beberapa daerah yang terisolasi akibat jembatan putus disebutnya menyulitkan penanganan bencana.
“Ada daerah yang terisolasi karena jembatan gantungnya putus, seperti di Kampung Bolang, Susukan. Tapi kita sudah pasang perahu, logistik makanan, air bersih lampu juga sudah kita berikan,” jelasnya.
Pantauan Radar Banten, para pengungsi terlihat lebih banyak berbaring menggunakan alas terpal tipis. Anak-anak terlihat berlarian dan sesekali terdengar tangisan bayi. Di sudut tembok, tampak pakaian dan barang bawaan pengungsi yang berhasil dibawa.
Menjelang sore, sejumlah relawan datang untuk melakukan trauma healing kepada anak-anak. mereka berkumpul dan melakukan permainan kecil untuk menghilangkan rasa bosan dan rasa trauma.
Pada bagian lain, Gubernur Wahidin Halim mengapresiasi penanganan bencana banjir bandang dan longsor oleh Pemkab Lebak. Ia mengajak kepada pemerintah kabupaten kota solid dalam menangani persoalan bencana banjir bandang dan longsor di wilayah Banten.
“Penanganan bencana banjir bandang dan longsor di Lebak sudah maksimal. Pemkab telah melakukan langkah-langkah dengan mendirikan posko bencana, melakukan evakuasi korban, dan memenuhi kebutuhan para pengungsi,” kata Wahidin Halim kepada wartawan saat memantau korban di Sajira, Kamis (2/1).
Pemprov Banten akan mem-back up Pemkab Lebak dalam memenuhi kebutuhan para pengungsi yang menjadi korban banjir. Jika kurang beras, kurang minyak, dan kebutuhan lain maka Pemprov dipastikan akan membantu Pemkab Lebak. “Pemerintah harus hadir dalam mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Kita akan back up sepenuhnya dan nanti akan dibicarakan pasca-bencana,” ungkapnya.
Masyarakat yang tinggal di pinggir kali dan rumahnya rusak serta hancur maka akan dibantu. Karenanya, pemerintah wajib hadir dalam jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, sudah ada posko kesehatan dan logistik yang telah dibangun. “Terkait korban yang masih hilang kita serahkan kepada tim rescue dan kita harus memberikan kesempatan kepada daerah untuk melakukan yang terbaik,” terangnya.
Infrastruktur jalan provinsi yang terdampak bencana banjir bandang akan segera ditangani agar akses masyarakat kembali normal. Bahkan, Wahidin telah memanggil Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten untuk penanganan jalan dan jembatan yang rusak. Rencananya, PUPR Banten akan memasang jembatan darurat atau bailey untuk memudahkan akses transportasi masyarakat.“Untuk Jalan Cipanas-Warung Banten yang ambles sepanjang 40 meter sudah ditangani dan sekarang telah dilalui kendaraan. Walaupun kondisi jalan di sana labil, karena terus-menerus ambles,” terangnya.
Lelaki yang akrab disapa WH ini menambahkan, penanganan infrastruktur jalan kabupaten, jembatan, dan rumah yang hancur akan dikomunikasikan serta dirumuskan dengan Pemerintah Kabupaten Lebak. Prinsipnya, Pemprov Banten siap membantu pemerintah daerah dalam menangani bencana banjir bandang di Lebak. “Iya, nanti kita rumuskan bersama agar penanganan pasca-musibah berjalan dengan baik dan korban banjir terjamin,” paparnya.
Sedangkan Wakil Bupati Ade Sumardi mengatakan, masih ada beberapa wilayah di Lebak yang terisolasi. Salah satunya, yakni akses jalan menuju Lebakgedong yang longsor di beberapa lokasi. Kondisi tersebut membuat relawan bencana dari BPBD kesulitan untuk menjangkau daerah tersebut. “Kita terus berupaya untuk membuka jalan dan memasok logistik kepada korban banjir dan longsor di daerah yang terisolir,” ungkapnya.
Mantan ketua DPRD Lebak ini menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada anggota TNI dan Polri yang terus melakukan upaya membantu korban banjir bandang. Tanpa kenal lelah, anggota TNI dan Polri siang malam bekerja untuk membuka jalur agar bantuan bisa sampai kepada masyarakat. Bahkan, mereka terus melakukan upaya pencarian terhadap korban yang hilang. “Untuk bantuan dari lembaga pemerintah, swasta, dan masyarakat terus mengalir kepada korban banjir. Bantuan disalurkan melalui posko-posko pengungsian di BPBD Lebak maupun posko yang dibangun di tujuh lokasi di enam kecamatan,” jelasnya. (tur-qod-kcm-rol/alt/ags)









