SERANG – Sebanyak 32 sekolah di Kabupaten Serang belum menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM). Terdiri atas 18 sekolah dasar (SD) dan 14 sekolah menengah pertama (SMP).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Asep Nugrahajaya mengatakan, puluhan sekolah itu belum menyelenggarakan PTM lantaran belum siap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
“Sebagian besar sudah melakukan PTM dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Yang belum PTM itu SD ada 18, SMP 14,” kata Asep kepada wartawan di halaman Gedung DPRD Kabupaten Serang, Kamis (23/9).
Asep mengatakan, pihaknya tidak ingin melakukan PTM dengan coba-coba. Namun harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. “Jadi kesiapannya bukan hanya dari sisi administrasi saja, tapi pelaksanaan prokesnya juga harus benar-benar siap,” katanya.
Selama penyelenggaraan PTM, lanjut Asep, Dindikbud tidak menemukan klaster baru Covid-19. “Alhamdulillah sampai sekarang belum ada laporan yang terkonfirmasi positif Covid-19,” ujarnya.
Asep memastikan seluruh sekolah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. “Yang harus diantisipasi itu prokes ketika siswa hendak ke sekolah dan setelah keluar sekolah. Kalau di lingkungan sekolah kita lakukan dengan ketat,” ucapnya.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dindikbud Kabupaten Serang Aat Supriyadi mengatakan, dari jumlah 207 SMP di Kabupaten Serang, sebanyak 193 di antaranya sudah menyelenggarakan PTM. “Perhari ini (kemarin-red) ada enam sekolah yang PTM. Jadi tinggal 14 lagi,” ujarnya.
Dikatakan Aat, sekolah yang belum PTM karena terbatas sarana prasarananya. Sebelum PTM, pihaknya melakukan penerbitan regulasi, verifikasi kesiapan sekolah untuk PTM, sosialisasi dan simulasi, evaluasi, hingga pelaporan. “Terkait pengawasan penerapan prokes di sekolah, sudah dibentuk Satgas Covid-19,” pungkasnya. (jek/bie)










