SERANG – Dari jumlah sasaran 9,2 juta masyarakat untuk divaksinasi Covid-19, Banten baru menerima sekira delapan juta dosis vaksin. Sedangkan, Banten membutuhkan 18 juta dosis untuk vaksinasi 9,2 juta orang.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti mengatakan, Banten masih kekurangan dosis sekira 10 juta. “Karena satu orang kan butuh dua dosis untuk vaksin satu dan dua,” ujar Ati, kemarin.
Ia mengatakan, beberapa hari lalu pihaknya baru menerima drop vaksin dari pemerintah sebanyak 400 ribu dosis yang disimpan di gudang farmasi milik Pemprov Banten. Namun, ratusan vaksin itu sudah ada alokasinya masing-masing yakni untuk anak sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan, UMKM, dan Dinkes Kota Cilegon yang belum sempat diambil.
Kata dia, Dinkes Kota Cilegon mengambil stok vaksin secara bertahap karena mereka tidak mempunyai gudang farmasi dengan kapasitas yang baik. Selain itu ada juga beberapa instansi lain yang juga mengambil vaksin secara bertahap.
Sementara itu, lanjut Ati, untuk vaksinator bisa mencukupi karena melibatkan potensi sumber daya kesehatan, baik itu klinik swasta, rumah sakit swasta, maupun pihak-pihak lain yang ikut berpartisipasi. Bahkan, Dinkes juga merekrut sekira 760 tenaga kesehatan untuk membantu cakupan vaksinasi kabupaten/kota yang masih rendah. Sementara, vaksin yang tersedia bertahap.
Untuk pelajar SMA/SMK/Skh negeri, ia mengatakan, jumlah siswa yang sudah divaksin sekira 275 ribu dari target 400 ribu siswa. “Masih ada 100 ribu lagi yang belum. Mudah-mudahan akhir September sudah tervaksin,” ujarnya.











