PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ratusan anjing pemburu di Kabupaten Pandeglang mendapat vaksinasi rabies gratis.
Program ini digelar Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Pandeglang bekerja sama dengan Komunitas Anjing Pemburu Babi di wilayah tersebut.
Kepala UPT Puskeswan Pandeglang, Ade Setiawan, mengatakan vaksinasi ini bertujuan mencegah penyebaran rabies pada hewan maupun manusia.
Menurutnya, rabies masih menjadi ancaman di sejumlah daerah sehingga perlu dilakukan vaksinasi rutin setiap tahun.
“Tujuan vaksinasi anjing, termasuk anjing pemburu, adalah untuk mencegah penyebaran penyakit rabies. Dengan vaksinasi, diharapkan hewan terbebas dari rabies sehingga tidak menularkannya ke manusia atau hewan lain,” ungkapnya, Senin 27 Oktober 2025.
Ade menjelaskan, tahun ini pihaknya menyiapkan 450 dosis vaksin rabies.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 205 anjing pemburu sudah divaksin di lima kecamatan, yakni Cadasari, Gunung Karang, Saketi, Pulosari, dan Cibaliung.
“Program vaksinasi anjing pemburu ini sudah kami gulirkan sejak tahun 2000. Awalnya hanya di Cibaliung, lalu pada 2022–2023 meluas ke Carita dan Pulosari. Tahun ini sudah mencakup lima kecamatan,” jelasnya.
Meski berjalan lancar, petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya banyak anjing pemburu yang tidak memiliki pemilik tetap atau bersifat liar.
“Kesulitannya, tidak semua anjing pemburu punya pemilik. Kalau ada pemilik, proses vaksinasi lebih mudah karena anjingnya bisa dikendalikan. Tapi kalau liar, kami harus ekstra hati-hati,” ujarnya.
Ade menuturkan, sebagian warga masih memiliki anggapan keliru bahwa anjing menjadi lemas setelah divaksin. Padahal, kondisi itu wajar karena tubuh hewan sedang beradaptasi.
“Setelah divaksin, anjing memang butuh istirahat beberapa hari untuk pemulihan. Karena itu, selain vaksin, kami juga berikan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuhnya,” tuturnya.
Lanjutnya, vaksin hanya diberikan kepada anjing yang sehat, berusia lebih dari enam bulan, dan tidak sedang hamil.
“Sejauh ini tidak ada efek samping serius. Biasanya hanya demam ringan, dan itu hal yang normal,” kata Ade.
Selain vaksinasi, Puskeswan juga memberikan edukasi kepada pemilik hewan tentang pentingnya perawatan dan tanggung jawab terhadap anjing peliharaan.
Ke depan, program vaksinasi rabies akan diperluas ke wilayah lain seperti Kecamatan Koroncong, yang juga banyak memiliki anjing pemburu. Namun, keterbatasan personel dan banyaknya anjing liar masih menjadi kendala.
“Kami imbau masyarakat agar mau memelihara dan bertanggung jawab terhadap hewannya. Mereka bisa datang langsung ke Puskeswan untuk mendaftarkan hewan peliharaannya,” tutupnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











