“Pilihlah aku, niscaya akan kubuat sekolah-sekolah dengan fasilitas yang layak!”
“Pilihlah aku, maka akan kulindungi seluruh hak anak negeri ini!”
“Pilihlah aku, niscaya akan kumusnahkan para koruptor!”
“Pilihlah aku, maka akan kupastikan rakyatku hidup sejahtera!”
“Pilihlah aku, niscaya akan kuciptakan banyak lapangan pekerjaan!”
“Pilihlah aku, maka akan kuhilangkan kemiskinan dan pengangguran yang ada!”
Itulah yang mereka semua katakan agar rakyat teracuni untuk memilihnya. Bahkan, semua media berada atas arahan tangannya, settingan-settingan pun dibuat untuk mempengaruhi pemahaman rakyat.
Para calon itu mulai unjuk gigi, kibar bendera persaingan tersebar dimana-mana. Mereka tampil dengan eloknya semacam raja semut yang siap memimpin pergerakan rakyatnya. Tampak begitu gagah dan sigap untuk memerangi dan memberantas kesengsaraan yang ada pada rakyat seperti kami ini. Mereka hadir terasa dekat tanpa keterbatasan dengan rakyat, hanya sesaat lalu menghilang. Periode ini berlangsung cukup lama bagiku, aku bosan melihat kefanaan yang ada dihadapanku. Pemasaran yang para kandidat itu lakukan terlihat begitu cantiknya. Politik ini menjadi seperti game yang sedang mereka mainkan, terasa begitu seru dan menantang. Masyarakat yang menjadi target pasar, yaitu sasaran utama para elite dalam proses marketing politik. Aku bingung untuk menggunakan hak suaraku, rasanya tak memilih siapapun merupakan pilihan terbaik. Tak hanya pedagang atau pengusaha yang melakukan kegiatan marketing, para politikus negara-pun perlu melakukan marketing atau pemasaran.
Seperti biasanya, apa yang mereka janjikan pada kami, tak ada bukti nyata yang dijalankan, tak ada realisasi yang kami rasakan. Aku berharap, kegiatan kemanusiaan yang dilakukan tidak hanya semata-mata untuk keperluan politik. Bangsa ini menanti para pemimpin yang bisa dengan jujur, adil, dan amanah dalam mensejahterakan rakyat. Indonesiaku bisa tersenyum jika tak ada lagi kecurangan disekeliling kita. Kita bersama-sama membasmi para oknum pemecah bangsa, para oknum yang melakukan korupsi, dan apapun yang bisa merusak ketahanan nilai luhur Pancasila. Jaya selalu NKRI, aku, kamu, dan kita semua akan membuatmu bangga dengan banyak prestasi anak bangsa. *











