Ia menganggap wajar jika jumlah UMKM mengalami peningkatan drastis karena di masa pandemi Covid-19 banyak karyawan yang di-PHK. “Akhirnya mereka beralih menjadi wirausaha,” ujarnya.
Untuk mengembangkan UMKM, pihaknya mengaku sudah melakukan pembinaan dan pelatihan. Antara lain melalui inkubator bisnis bagi wirausaha pemula. “Ada 145 wirausaha pemula yang kita latih dan bina,” katanya.
Kemudian, melakukan penyuluhan keamanan pangan, sertifikasi halal, hingga kekayaan intelektual untuk mendapatkan sertifikat merek. “Kita juga melakukan pelatihan kewirausahaan bagi usaha mikro untuk naik kelas, jumlahnya ada 70 UMKM,” ujarnya.
Menurutnya, kendala UMKM tidak jauh dari persoalan permodalan dan pemasaran. Kemudian pada masa pandemi ini juga mereka mengurangi produksinya. Untuk mendorong pemasaran produk UMKM, pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan berbagai toko ritel sepeti Indomaret. “Jadi, di dalam toko ritel itu disiapkan space untuk memasarkan produk lokal,” ungkapnya.
Hal lainnya menggandeng beberapa marketplace untuk memasarkan produk UMKM. Pemasaran digital ini terus didorong seiring dengan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen. (jak)











