LEBAK – Badan Intelijen Negara (BIN) komitmen menyukseskan vaksinasi di kabupaten kota di Provinsi Banten. Untuk itu, BIN gencar melakukan vaksinasi ke pesantren dan masyarakat.
Kepala BIN Daerah Banten Brigjen TNI Cahyono Cahya Angkasa mengatakan, kehadiran BIN dalam rangka percepatan vaksinasi Covid-19. Tujuannya memutus mata rantai penularan Covid-19 dan juga membentuk herd immunity. Terbukti dengan vaksinasi yang menyeluruh, saat ini Banten sudah masuk zona kuning.
Saat Presiden Jokowi datang ke Banten beberapa waktu lalu, Presiden mengintruksikan agar Kabupaten Lebak meningkatkan pelaksanaan vaksinasi di 28 kecamatan. Karena program vaksinasi di Bumi Multatuli masih rendah.
“Presiden Jokowi mengintruksikan wilayah di Banten yang masih kurang dalam pelaksanaan vaksinasi, yaitu Pandeglang, Serang, dan Lebak. Untuk itu, kita akan kejar pelaksanaan vaksinasi di Lebak,” kata Brigjen Cahyono Cahya Angkasa saat meninjau vaksinasi dosis kedua di Pondok Pesantren Al Marjan, Cipanas, Sabtu (16/10).
Selama ini, kata Cahyono, BIN juga melakukan vaksinasi secara door to door atau dari rumah ke rumah agar masyarakat dapat divaksin secara keseluruhan.
“Apabila tidak ditangani dengan baik, maka Covid-19 akan menjadi ancaman nasional. Untuk itu BIN harus hadir memberikan upaya pencegahan meluasnya Covid-19, salah satunya adalah dengan vaksin ini,” ungkap lulusan Akademi Militer Angkatan Darat tahun 1987 ini.
Pengasuh Ponpes Al Marjan KH. Syaepudin Asy Syadzily mengaku, optimistis program vaksinasi dapat berjalan dengan baik dan lancar. Karena itu, dirinya mendukung program tersebut demi terciptanya kekebalan kelompok.
“Jumlah santri dan masyarakat umum yang divaksin dosis kedua ada sekitar 464 orang,” tukasnya.(Mastur)











