Encep menuturkan, peringatan Hari Santri tahun ini dilakukan secara sederhana dengan menggelar istighotsah. Sebelumya telah melaksanakan musabaqah qiroatul kutub di Pandeglang yang diikuti sejumlah pesantren yang mewakili masing-masing kabupaten dan kota.
“Pengumuman pesertanya setelah istighotsah. Kemampuan membaca kitab pada santri ini menjadi salah satu tolok ukur sebuah pesantren,” jelas Encep.
Pada kesempatan itu, Kepala Kanwil Kemenag Banten, Nanang Fatchurochman berharap kepada para santri agar terus meningkatkan kualitas dalam mengisi pembangunan. “Sejarah mencatat bahwa santri sangat penting, sangat strategis dalam memperjuangkan kemerdekaan. Sekarang ini luar biasa juga kiprahnya dan pemerintah pun hadir mendukung lembaga pondok pesantren,” ungkap Nanang.
Momen Hari Santri, lanjut Nanang, semoga memberikan keberkahan dan kejayaan bagi para santri untuk membangun bangsa ini men jadi lebih baik lagi.
HARUS BERDAYA GUNA
Dalam upacara peringatan Hari Santri Nasional 2021 di halaman Kantor Kementerian Agama Kota Cilegon, Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta mengajak para santri agar lebih berdaya guna di masyarakat, Jum’at, (22/10)
Menurut Sanuji, pendidikan para santri di pesantren itu sesungguhnya sudah sangat lengkap untuk bisa lebih berdaya guna di masyarakat. “Pendidikan di pesantren itu sangat lengkap, apabila bisa diimplentasikan oleh para santri di lingkungan masyarakat, saya yakin kontribusi para santri untuk masyakarat bisa lebih besar lagi,” ucap Sanuji.











