PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tembok Penahan Tanah (TPT) pada bagian belakang Kobong santri Putri Ponpes Passhiddiqyah Panjangjaya, Desa Panjangjaya, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang mengalami longsor sepanjang 20 meter. Longsoran TPT mengakibatkan kobong putri Ponpes Passhiddiqyah Panjangjaya terancam ambruk.
Kobong santri putri Ponpes Passhiddiqyah Panjangjaya terancam ambruk karena pondasinya berada dekat TPT mengalami longsor. Bahkan untuk pondasi bangunan mushola sudah mengalami longsor dan posisinya sudah menggantung.
Pengasuh Ponpes Passhiddiqyah Panjangjaya Uud Awaludin mengatakan, TPT belakang kobong santri putri Ponpes Passhiddiqyah mengalami longsor.
“Longsor kurang lebih 20 meter. Akibat gerusan air kali mengalir deras,” katanya kepada Radar Banten, Senin, 9 Maret 2026.
Longsoran TPT ini makin meluas. Menyebar pada beberapa titik.
“Akibat longsor ini membuat kami resah. Karena kobong santri putri menjadi terancam ambruk apabila tidak segera ada penanganan,” katanya.
Posisi pondasi kobong santri putri ini hanya beberapa centimer saja dari TPT alami longsor.
“Bahkan untuk pondasi yang bangunan untuk mushola sudah menggantung karena longsor,” katanya.
Ia berharap, kepada pihak pemerintah terkait, baik pusat, provinsi dan kabupaten dapat segera melakukan penanganan.
“Jangan sampai menunggu adanya korban baru bergerak. Tapi dari sekarang karena anak santri juga sama-sama tengah berjuang menimba pendidikan agama dalam Ponpes,” katanya.
Editor: Bayu Mulyana











