Masih dalam memperingati momen Hari Santri Nasional, Sanuji pun melaksanakan agenda ziarah ke makam salahsatu ulama kharismatik di Kota Cilegon, Abuya KH Suhaimi di Palas, Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon.
Sementara itu, Walikota Serang Syafrudin berharap sebagai salah satu daerah yang memiliki banyak ponpes. Pihaknya, berharap keberadaan ponpes santri mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Serang. “Kota Serang itu kan lebih banyak dari pada kabupaten kota lain terutama santri dan pondok pesantren di kota serang. Terbukti dari mana-mana datangnya ke Kota Serang,” katanya.
Kata Syafrudin, Pemkot Serang berharap dalam rangka peningkatan kualitas SDM santri secara tak langsung bisa dilihat lebih baik dari pada sekolah biasa. “Karena di pondok itu kan ada pelajaran yang mendidik karakter anak-anak kita. Diajari keagamaan paling utama. Beda dengan umum. Kalau umum agama sekilas,” terangnya.
Menurutnya, Hari Santri Nasional 2021 sebagai momentum untuk mendorong semangat kebersamaan dalam meningkatkan kualitas pondok pesantren. “Jadi jelas kalau dalam hari santri ini pemerintah Kota Serang terus meningkatkan kualitas pendidikan kesantrian dan juga sarana prasarana yang memadai,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tangerang, KH. Nur Alam Jaelani mengatakan, momentum Hari Santri perlu diperingati sebagai apresiasi dan penghargaan atas perjuangan dedikasi serta kontribusi santri di dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan.
“Karena pada tanggal dan bulan yang sama di tahun 1945, Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari mencetuskan fatwa resolusi jihad,” terangnya, Jumat (22/10) via pesan WhatsApp.
Dirinya menambahkan, bila pada saat itu para santri merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, para ulama dan santri berjihad dengan sinaan (senjata). Dan setelah kemerdekaan berhasil direbut, maka para santri juga mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
“Saya berharap, saatnya kini para santri mengisi kemerdekaan dengan jihad bilbayaan (menyebarluaskan ilmu pengetahuan ) dan mengamalkannya dalam berbagai aspek kehidupan dengan konsep Islam Wasathiyah atau Islam moderat,” pungkasnya. (alt-bam-fdr-rbnn/air)











