“Ini menunjukkan buruknya manajemen pemerintahan. Bagaimana bisa kebutuhan pokok yang pasti sudah dianggarkan tidak terbayar tepat waktu,” ujarnya.
Faturohmi meminta agar manajemen pemerintahan di Cilegon dievaluasi menyeluruh, agar kedepan tidak terjadi lagi kejadian yang memalukan ini.
“Bukankah semuanya sudah terencana? Atau memang ini faktor kelalaian dari DLHK sendiri? Kami minta ini agar segera diklarifikasi oleh DLHK dan segera dibenahi,” paparnya. (Bayu Mulyana)











