Nasib ya nasib, begini jadinya kalau memilih pasangan yang tak sepemikiran dan tujuan. Belajar dari kisah rumah tangga Dodi (27) dan Sari (25), keduanya nama samaran yang kini tinggal kenangan.
Di saat Dodi banting tulang mencari nafkah dengan membuka usaha berjualan pakaian dan sepatu, Sari malah asik foya-foya, tak peduli suami kerepotan sendiri. Jadilah perceraian jalan satu-satunya menyelesaikan masalah. Astaga.
“Ibu saya sampai nangis ngeliat kelakuan dia,” kata Dodi saat bercerita kepada Radar Banten di toko kelontongannya di Pasar Kranggot, Cilegon, Minggu (31/10) siang.
Jatuh cinta pada pandangan pertama, Sari berhasil membuat Dodi lupa segalanya. Mulai dari malas melanjutkan sekolah ke tingkat perguruan tinggi, sampai berani melawan keingingan orangtua yang melarangnya menikah buru-buru.
Pertama kali bertemu di suatu pagi saat membuka toko, Sari yang merupakan pelayan warteg di samping toko keluarga Dodi, menunjukkan pesonanya dengan senyuman yang memabukkan. “Pas saya tanya si pemilik warteg, ternyata Sari pelayan baru dari Indramayu,” katanya.











