“Ternyata banyak aset mega korupsi yang disembunyikan di Lebak dan di daerah lain di Banten. Sampai ratusan titik di Lebak saja,” ujarnya.
Jayabaya juga akan mensupport pihak kejaksaan bersama-sama dengan pemda agar tercipta tata kelola pemerintahan dan keuangan yang baik khususnya di Lebak, sehingga dapat meminimalisir terjadinya penyimpangan dalam penggunaan keuangan negara.
“Tentunya, upaya pencegahan sedini mungkin juga harus terus dilakukan. Sehingga tidak ada celah untuk penyelewengan yang merugikan keuangan negara,” kata mantan Bupati Lebak dua periode ini.
Terkait serangan terhadap sisi pribadi Jaksa Agung ST Burhanudin yang diduga dilakukan oleh para koruptor, Jayabaya menduga para koruptor mulai gerah oleh sepak terjang Korp Adhyaksa yang dikomandoi ST Burhanudin
“Ini bentuk kehawatiran mereka terhadap sepak terjang Kejagung. Karenanya, mulai menyerang sisi pribadi yang tidak ada korelasinya dengan upaya pemberantasan Korupsi,” tukasnya.
Hal senada dikatakan advokat senior Kabupaten Lebak Koswara Purwasasmita. Kata Koswara mencermati permberitaan dan issu miring terhadap pribadi Jaksa Agung ST Burhanudin yang terus dihembuskan yang diduga dilakukan oleh kroni-kroni pelaku korupsi yang mulai gerah terhadap sepak terjang Kejaksaan Agung yang memberantas korupsi kelas “kakap”
Berbagai isu telah digulirkan, mulai dari isu Taliban, isu pendidikan hingga isu perempuan, yang terus dibuat-buat hingga dipaksa seakan-akan Jaksa Agung membuat kesalahan yang tendensius dan sudah mengarah dipaksakan.
“Bila dicermati ada dugaan upaya mendiskreditkan terhadap Jaksa Agung ST Burhanuddin. Tujuannya jelas agar posisi Jaksa Agung dipecat oleh Presiden jokowi,” katanya.
Dia mengajak masyarakat untuk bijak melihat isi dan opini berita yang beredar dan diduga kuat sedang dimainkan oleh oknum-oknum untuk menyerang Jaksa Agung ST Burhanuddin.
“Padahal dikomandoi ST Burhanuddin inilah Kejaksaan Agung mulai bertaji dan mendapat kepercayaan dari masyarakat,” katanya.(din)











